Menteri PU Targetkan Pembangunan Sekolah Rakyat Rampung 20 Juni 2026

PACITAN — Menteri Pekerjaan Umum, Doddy Hanggodo, menargetkan pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di berbagai daerah dapat selesai pada 20 Juni 2026 sebagai bagian dari upaya pemerintah memperluas akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat.

Dalam keterangannya di Pacitan, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026), Doddy mengatakan percepatan pembangunan dilakukan melalui penambahan alat berat, peningkatan jumlah tenaga kerja, hingga penerapan sistem kerja tiga sif agar pengerjaan proyek berjalan lebih optimal.

“Hal tersebut dimaksudkan agar pekerjaan lebih optimal,” ujarnya.

Menurut Doddy, langkah percepatan pembangunan dilakukan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto agar proyek Sekolah Rakyat dapat selesai tepat waktu tanpa mengabaikan kualitas bangunan.

“Bapak Presiden berpesan supaya pembangunan selesai tepat waktu, kualitas diperhatikan, serta dikerjakan secara efektif dan efisien,” katanya.

Ia menegaskan pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan sekaligus menjadi investasi jangka panjang untuk menciptakan sumber daya manusia unggul di masa depan.

Salah satu proyek yang saat ini dipercepat pengerjaannya berada di Kelurahan Sidoharjo, Kabupaten Pacitan, yakni proyek Sekolah Rakyat Jawa Timur 2.

Proyek tersebut dibangun di atas lahan seluas 7,7 hektare dengan melibatkan sedikitnya 816 pekerja dan total anggaran mencapai Rp226 miliar.

Bangunan yang dikerjakan terdiri atas 17 massa gedung yang mencakup ruang kelas, asrama, rumah susun guru, rumah genset, rumah pompa, tempat ibadah, hingga berbagai fasilitas pendukung lainnya.

Sementara itu, Engineering PT Brantas Abipraya, Ahmad Fadrian, menyebut progres pembangunan Sekolah Rakyat di Pacitan saat ini telah mencapai sekitar 50 persen dengan peningkatan harian berkisar satu hingga dua persen.

“Kami menerapkan sistem kerja tiga sif dan mendatangkan material dari luar daerah untuk mempercepat pembangunan,” jelasnya.

Ia menambahkan kondisi geografis Pacitan yang didominasi kawasan pegunungan dan pesisir menjadi tantangan tersendiri dalam proses pembangunan. Meski demikian, pihak pelaksana tetap optimistis target penyelesaian proyek dapat tercapai sesuai jadwal yang telah ditetapkan pemerintah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *