Lanud Adi Soemarmo bersama Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) terus mematangkan persiapan pelaksanaan Panen Raya Tebu TNI Angkatan Udara yang dijadwalkan berlangsung secara serentak pada Juli 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendukung program ketahanan pangan nasional sekaligus memperkuat target swasembada gula yang tengah digalakkan pemerintah. Berbagai persiapan teknis dan koordinasi lintas sektor dibahas dalam rapat yang digelar di ruang rapat Lanud Adi Soemarmo dengan melibatkan unsur pemerintah daerah, kelompok tani, koperasi petani tebu rakyat, serta perwakilan APTRI dari wilayah Boyolali dan Karanganyar.
Komandan Lanud Adi Soemarmo Marsekal Pertama TNI Henri Ahmad Badawi yang diwakili Kepala Dinas Teritorial Lanud Adi Soemarmo Kolonel Lek Amrico menyampaikan bahwa panen raya tebu merupakan momentum penting yang mencerminkan keberhasilan kolaborasi antara TNI Angkatan Udara, pemerintah daerah, mitra kerja, dan masyarakat. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada peningkatan hasil produksi pertanian, tetapi juga menjadi bukti bahwa aset dan sumber daya yang dimiliki TNI AU dapat dikelola secara produktif dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Sinergi yang terbangun diharapkan mampu memperkuat peran sektor pertanian dalam mendukung pembangunan nasional.
Dalam rapat koordinasi tersebut juga dipaparkan rencana kerja sama antara Lanud Adi Soemarmo dan APTRI yang difokuskan pada pembinaan petani tebu guna meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan mereka. Program ini sekaligus menjadi upaya memperkuat hubungan antara sektor pertanian dan TNI Angkatan Udara dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Berdasarkan data yang disampaikan, total luas lahan tebu binaan yang masuk dalam program mencapai 2.490,02 hektare. Lahan tersebut meliputi wilayah inti Lanud Adi Soemarmo seluas 10 hektare, wilayah penyangga seluas 193 hektare, serta wilayah binaan teritorial seluas 2.343,32 hektare yang tersebar di sejumlah kabupaten di Jawa Tengah.
Potensi produksi dari lahan tersebut dinilai cukup besar dalam mendukung kebutuhan industri gula nasional. Wilayah inti Lanud Adi Soemarmo diperkirakan mampu menghasilkan sekitar 800 ton tebu yang akan disalurkan ke Pabrik Gula Mojo Sragen, sedangkan wilayah penyangga diproyeksikan menghasilkan sekitar 12.060 ton tebu. Meski demikian, kondisi cuaca pada tahun ini menjadi salah satu tantangan yang berpotensi memengaruhi produktivitas tanaman tebu. Untuk mengantisipasi hal tersebut, berbagai upaya dilakukan melalui penerapan teknik budidaya yang baik dan pengelolaan lahan yang optimal agar target produksi tetap dapat tercapai sesuai rencana.
Selain membahas kesiapan panen, rapat juga menghasilkan sejumlah langkah strategis, antara lain pembentukan tim koordinasi terpadu, penetapan kelompok tani prioritas, serta penyusunan program pendampingan berkelanjutan pascapanen. Kadister Lanud Adi Soemarmo menegaskan pentingnya koordinasi dan komunikasi yang efektif antar seluruh pihak guna menjamin kelancaran pelaksanaan panen raya. Melalui sinergi antara APTRI, pemerintah daerah, pabrik gula, dan TNI Angkatan Udara, panen raya yang akan digelar serentak di berbagai daerah pada Juli 2026 tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas tebu, memperkuat kesejahteraan petani, serta memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian swasembada gula dan ketahanan pangan nasional. Lanud Adi Soemarmo akan menjadi salah satu lokasi pelaksanaan panen raya, sementara Lanud Abdulrachman Saleh Malang ditetapkan sebagai pusat kegiatan panen raya tebu serentak TNI Angkatan Udara.
#TNIPrima #TNI #TNIKuat #TNIPatriotNKRI #BersamaRakyatTNIKuat #TNIUntukRakyat
