Banten – Pembangunan Jembatan Garuda oleh Komando Distrik Militer 0602/Serang di Kampung Mayak, Desa Baros, Kabupaten Serang, Banten, menjadi harapan baru bagi warga yang selama puluhan tahun bergantung pada jembatan bambu darurat untuk menuju pasar dan sekolah. Jembatan permanen sepanjang sekitar 25 meter dengan lebar 2 meter itu kini menghubungkan langsung permukiman warga dengan Pasar Baros, sehingga perjalanan yang sebelumnya jauh dan melelahkan dapat ditempuh dengan lebih cepat, aman, dan efisien. Inisiatif ini merupakan bagian dari program nasional 200 titik Jembatan Garuda bertema “TNI Hadir untuk Rakyat”, yang dirancang untuk menjawab kebutuhan mendesak infrastruktur dasar di wilayah-wilayah yang masih terisolasi oleh kondisi geografis dan keterbatasan sarana transportasi.
Sejak jembatan utama di lokasi tersebut ambruk pada 2002, warga hanya mengandalkan jembatan bambu rakitan yang kondisinya kian memprihatinkan dan tidak layak untuk dilalui, terutama saat musim hujan. Komandan Komando Distrik Militer 0602/Serang, Kolonel Arm Oke Kristiyanto, menjelaskan bahwa Jembatan Garuda dibangun untuk menjawab kebutuhan akses ekonomi sekaligus keselamatan warga, khususnya anak-anak sekolah. “Jembatan ini menghubungkan warga Kampung Mayak langsung menuju Pasar Baros. Kini masyarakat tidak perlu lagi memutar jauh dengan jarak tempuh yang melelahkan. Kami berharap dengan akses yang lebih dekat, ekonomi warga semakin baik,” ujarnya. Ia menambahkan, “Selain ekonomi, faktor keamanan anak-anak sekolah juga menjadi prioritas. Dengan jembatan permanen ini, mereka kini lebih aman menuju sekolah tanpa harus bertaruh nyawa di jembatan bambu.”
Pemerintah Kabupaten Serang melihat pembangunan Jembatan Garuda sebagai bagian penting dari penguatan infrastruktur dasar di daerah yang banyak dipisahkan oleh aliran sungai. Sekretaris Daerah Kabupaten Serang, Zaldi Dhuhana, menyampaikan apresiasi dan menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung keberlanjutan manfaat jembatan tersebut. “Pemerintah daerah akan menyempurnakan fasilitas penunjang yang sudah dibangun Kodim, seperti potensi pengerasan jalan menuju pasar dengan paving blok atau pelebaran jalan akses,” kata Zaldi. Dalam jangka panjang, dukungan ini diharapkan mampu memperlancar arus barang dan jasa, menurunkan biaya distribusi, meningkatkan daya saing produk lokal, serta mempercepat perputaran ekonomi di tingkat desa.
Pembangunan Jembatan Garuda juga diproyeksikan mengurangi kesenjangan akses antarwilayah dengan membuka jalur yang lebih aman bagi kegiatan ekonomi, pendidikan, dan pelayanan sosial. Meski begitu, pemerintah dan aparat penegak hukum menyadari pentingnya pemeliharaan bersama agar investasi infrastruktur ini tidak cepat rusak dan tetap memberikan manfaat maksimal. Kepala Kejaksaan Negeri Serang, IG. Punia Atmaja NR, mengimbau masyarakat untuk ikut menjaga jembatan tersebut agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang bagi kelancaran mobilitas barang dan jasa. Selain di Baros, titik Jembatan Garuda juga dibangun di Kecamatan Cinangka serta jembatan beton di Kecamatan Kibin, sebagai bagian dari rencana tindak lanjut pemerintah dan TNI dalam memperkuat konektivitas antarwilayah di Kabupaten Serang dan sekitarnya.
