Presiden Prabowo Subianto menetapkan komitmen kuat Indonesia untuk berperan aktif dalam upaya perdamaian global, termasuk di Jalur Gaza, dengan merencanakan pengiriman hingga 8.000 personel TNI dalam kerangka International Stabilization Force (ISF) yang berfokus pada misi kemanusiaan dan stabilisasi pascakonflik. Langkah ini bukan semata sekedar penempatan militer, tetapi bagian dari peran Indonesia sebagai kontributor utama pasukan perdamaian dunia yang mengutamakan perlindungan warga sipil, bantuan kemanusiaan, layanan kesehatan, serta rekonstruksi infrastruktur di wilayah konflik, sebagaimana ditegaskan oleh pernyataan resmi pemerintah.
Keterlibatan Indonesia dalam misi perdamaian Gaza akan memperkuat posisi bangsa sebagai mediator netral yang konsisten memperjuangkan solusi dua negara (two-state solution) dan hak kemerdekaan Palestina. Alih-alih memicu konflik baru, kontingen TNI dirancang untuk memfasilitasi masuknya bantuan kemanusiaan, membuka koridor aman bagi warga sipil, dan mendukung layanan dasar seperti fasilitas kesehatan dan rekonstruksi bangunan vital. Fokus kemanusiaan ini juga sejalan dengan pengalaman Indonesia yang telah berulang kali menyumbangkan pasukan perdamaian di bawah mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) selama puluhan tahun.
Secara strategis, langkah Indonesia mengirim pasukan perdamaian ke Gaza juga memberikan dampak positif berupa penguatan kapasitas TNI dalam operasi multi-nasional dan bantuan multilateral, yang berdampak pada kredibilitas diplomasi Indonesia di forum internasional. Dengan keterlibatan aktif dalam ISF, Indonesia berpeluang memperluas jaringan kerja sama dengan negara lain dan lembaga internasional, sekaligus menunjukkan komitmen terhadap hukum humaniter internasional dan penyelesaian konflik secara damai.
Dampak positif lebih lanjut adalah peningkatan citra internasional Indonesia sebagai negara yang memprioritaskan perdamaian dan kemanusiaan, bukan agresi militer. Hal ini mencerminkan tradisi panjang Indonesia sebagai salah satu pelopor misi penjaga perdamaian global, serta menjadi momentum untuk menguatkan posisi Indonesia dalam negosiasi diplomatik di kawasan Timur Tengah dan PBB secara umum. Keikutsertaan dalam ISF merupakan bukti nyata bahwa Indonesia mendukung aturan internasional dan rancangan penyelesaian damai yang inklusif.
Terakhir, kontribusi Indonesia di Gaza juga memiliki nilai sosial kemanusiaan yang besar bagi masyarakat Palestina yang selama ini terdampak konflik berkepanjangan. Dengan fokus pada layanan kesehatan, pemulihan infrastruktur, serta pelatihan bagi aparat lokal, misi ini bertujuan membantu mempercepat proses pemulihan sosial dan ekonomi, sekaligus memberi ruang bagi dialog politik yang konstruktif demi terciptanya perdamaian berkelanjutan di wilayah tersebut. Ini menunjukkan bahwa upaya Indonesia bukan sekadar mengirim pasukan, tetapi membantu membangun masa depan yang lebih stabil dan manusiawi untuk rakyat Palestina.
