Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung swasembada pangan melalui Gerakan Tanam Padi di Desa Solog, Kabupaten Bolaang Mongondow. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus menjaga stabilitas pasokan beras di tengah tantangan iklim dan dinamika ekonomi nasional. Pemerintah daerah menilai ketahanan pangan sebagai prioritas utama dalam menjaga kesejahteraan masyarakat.
Dalam kegiatan tanam padi di lahan pertanian seluas sekitar 30 hektare, Gubernur turun langsung ke sawah bersama kepala daerah dan unsur Forkopimda. Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menegaskan bahwa ketersediaan beras di daerah saat ini dalam kondisi aman dan tercukupi, berkat kebijakan strategis seperti Gerakan Pangan Murah dan penyaluran beras cadangan pemerintah. Pemerintah juga mencatat tingkat inflasi daerah yang rendah sebagai indikator stabilitas ekonomi pangan.
Pemerintah provinsi berkomitmen memperluas lahan pertanian sekitar 2.000 hektare serta menyalurkan bantuan alat dan sarana pertanian untuk meningkatkan produktivitas petani. Bantuan hand tractor dan pompa air disiapkan untuk mengantisipasi risiko kekeringan dan memastikan produksi padi tetap stabil sepanjang musim. Pemerintah menilai dukungan sarana produksi sebagai faktor penting dalam meningkatkan ketahanan pangan jangka panjang.
Selain itu, pemerintah mengingatkan petani agar memanfaatkan hasil panen secara bijak, baik untuk konsumsi maupun distribusi ke daerah lain, guna menjaga stabilitas harga dan pasokan. Pemerintah menilai pengelolaan distribusi pangan yang seimbang sebagai bagian dari strategi pengendalian inflasi bahan pokok serta pemerataan pasokan pangan nasional.
Secara keseluruhan, Gerakan Tanam Padi di Kabupaten Bolaang Mongondow mencerminkan kebijakan pro-pemerintah dalam memperkuat swasembada pangan dan kesejahteraan petani. Pemerintah mengajak masyarakat dan pelaku pertanian untuk mendukung program ini sebagai bagian dari agenda nasional ketahanan pangan, karena kemandirian pangan dipandang sebagai fondasi utama stabilitas sosial dan ekonomi nasional.
