DPR Minta Pemerintah Percepat Mitigasi El Nino “Godzilla” untuk Lindungi Pangan dan Air Bersih

JAKARTA, 12 Mei 2026 — Anggota Komisi IV DPR RI, Usman Husin, meminta pemerintah segera mengambil langkah antisipasi menghadapi dampak fenomena El Nino “Godzilla” yang mulai dirasakan di kawasan Indonesia Timur.

Menurut Usman, fenomena cuaca ekstrem tersebut berpotensi memicu gangguan serius terhadap ketahanan pangan, ketersediaan air bersih, hingga sektor pertanian nasional apabila tidak segera diantisipasi.

“Fenomena El Nino ini tidak bisa diabaikan begitu saja. Penggunaan istilah El Nino ‘Godzilla’ menggambarkan besarnya dampak yang dapat ditimbulkan,” ujar Usman.

Ia menyebut masyarakat di wilayah Nusa Tenggara Timur mulai merasakan dampak perubahan cuaca berupa peningkatan suhu udara dan menurunnya intensitas hujan.

“Udara di siang hari terasa jauh lebih panas dibandingkan sebelumnya. Intensitas hujan juga semakin kecil,” katanya.

Usman mengingatkan bahwa sektor pertanian menjadi salah satu bidang paling rentan terdampak karena sangat bergantung pada pasokan air irigasi. Jika musim kemarau berlangsung lebih panjang, banyak lahan pertanian berpotensi mengalami kekeringan dan gagal panen.

“Pertanian sangat bergantung pada ketersediaan air. Jika musim kering berlangsung lebih lama akibat El Nino, sawah-sawah berpotensi mengalami kekeringan. Ini tentu mengancam hasil panen petani dan bisa berdampak pada pasokan pangan masyarakat,” tuturnya.

Karena itu, ia meminta pemerintah pusat dan daerah segera memperkuat infrastruktur air di wilayah rawan kekeringan melalui pembangunan sumur bor, jaringan pipa air, serta penambahan pompa air untuk mendukung distribusi air ke lahan pertanian.

Selain langkah darurat, Usman juga mendorong adanya mitigasi jangka panjang guna menjaga cadangan air dan memberikan pendampingan kepada petani dalam menghadapi perubahan iklim ekstrem.

“Jangan sampai kita terlambat mengantisipasi. Jika langkah mitigasi dilakukan sejak sekarang, dampak El Nino terhadap pertanian dan kehidupan masyarakat bisa ditekan,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *