DPR Apresiasi Kinerja Pemerintah, Pasokan BBM Lebaran 2026 Aman dan Terkendali

JAKARTA — Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) memberikan apresiasi terhadap kinerja pemerintah dalam menjaga ketersediaan dan distribusi bahan bakar minyak (BBM) selama momentum Lebaran 2026, yang dinilai berjalan aman dan terkendali meskipun terjadi lonjakan konsumsi masyarakat. Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Lamhot Sinaga menyatakan bahwa keberhasilan ini menjadi indikator kesiapan pemerintah dalam menghadapi peningkatan kebutuhan energi nasional, terutama pada periode mudik dan arus balik yang selalu menjadi ujian ketahanan energi. “Pasokan BBM aman dan distribusinya terkendali,” ujarnya, menegaskan bahwa tidak terjadi kelangkaan di lapangan sehingga aktivitas masyarakat tetap berjalan lancar.

Menurut Lamhot, stabilitas tersebut tidak terlepas dari kerja terukur Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang mampu mengantisipasi lonjakan konsumsi lebih dari 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Meski permintaan meningkat signifikan, sistem distribusi dinilai tetap mampu mengimbangi kebutuhan tanpa gangguan berarti, termasuk di jalur-jalur strategis mudik.

Selain itu, pemerintah juga dinilai berhasil menerapkan langkah antisipatif secara efektif, mulai dari penambahan stok di terminal utama, optimalisasi armada distribusi, hingga penyediaan SPBU modular di titik rawan kepadatan. Koordinasi lintas sektor antara Kementerian ESDM, BUMN energi, dan aparat terkait turut menjadi faktor kunci dalam menjaga kelancaran distribusi energi nasional selama periode Lebaran.

Keberhasilan ini mencerminkan bahwa pengelolaan energi nasional tidak dilakukan secara instan, melainkan melalui perencanaan matang berbasis data, termasuk simulasi kebutuhan dan pemetaan risiko jauh sebelum periode Lebaran. DPR menilai capaian ini sebagai bentuk kesiapan pemerintah dalam menjaga stabilitas energi di tengah tingginya mobilitas masyarakat.

Dengan kondisi pasokan yang tetap terjaga, DPR berharap pemerintah dapat mempertahankan bahkan meningkatkan kinerja tersebut ke depan, tidak hanya pada momentum Lebaran, tetapi juga dalam menjaga ketahanan energi nasional secara berkelanjutan, seiring dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat dan dinamika konsumsi energi di masa mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *