Cahaya Papua 2026: 190 PLTS Nyalakan Pedalaman, Ekonomi Bergerak

PLN mengucurkan dana Rp2,5 triliun untuk merevitalisasi program Papua Terang 2026, dengan membangun 190 pembangkit energi baru terbarukan (EBT) yang tersebar di seluruh Papua dan Papua Barat. Berbagai jenis pembangkit seperti PLTS skala kecil, PLTM, hingga PLTBm dirancang untuk menggantikan genset diesel yang mahal dan ramah lingkungan rendah, sejalan dengan target ambisius RUPTL 2025-2034 yang mencakup 1 PLTA dan 46 PLTS+BESS. Kampung-kampung terisolasi yang dulu bergantung pada listrik terbatas kini menikmati pasokan stabil 24 jam, mengubah rutinitas sehari-hari warga dari kegelapan menjadi cahaya penuh harapan.

Integrasi canggih dengan bendungan pendukung dari Kementerian PUPR ditargetkan rampung pertengahan 2026, memastikan suplai air irigasi yang andal sekaligus mendukung operasi PLTA. Dampaknya langsung terasa di lapangan: petani organik di Lanny Jaya berhasil meningkatkan hasil panen hingga 30% berkat irigasi modern, sementara UMKM lokal kini bisa memproses produk seperti kopi dan madu hingga malam hari tanpa bergantung pada generator berbahan bakar fosil yang boros. Inovasi ini tidak hanya hemat biaya, tarif listrik turun hingga 40%, tapi juga mengurangi emisi karbon secara signifikan dan mendukung komitmen Indonesia di COP29.

Pemprov Papua semakin menguatkan sinkronisasi infrastruktur untuk menghindari tumpang tindih proyek antara pusat dan daerah, memastikan efisiensi anggaran dan percepatan realisasi. Energi bersih ini menjadi fondasi kuat bagi industri hijau di tanah Papua, mulai dari pengolahan hasil hutan nonkayu seperti damar dan resin, hingga pengembangan ekowisata berkelanjutan yang menarik investor global. Sebagai contoh, di Wamena, sentra wisata pegunungan kini dilengkapi jaringan listrik pintar yang mendukung homestay ramah lingkungan.

Wisatawan mancanegara kian membanjiri Teluk Cenderawasih dan kawasan Lembah Baliem berkat penerangan memadai yang membuat pengalaman malam hari lebih aman dan menarik, dari snorkeling paus hingga festival budaya adat. Pendapatan homestay lokal melonjak 50% tahun lalu, memberdayakan perempuan dan pemuda Papua sebagai pengusaha mandiri. Lebih dari itu, program ini melibatkan masyarakat adat melalui pelatihan teknisi lokal, menciptakan ribuan lapangan kerja baru dan mengurangi urbanisasi ke kota besar.

Listrik bukan lagi mimpi jauh bagi Papua, melainkan realitas kemajuan yang nyata. Papua Terang Bana bukan sekadar slogan, tapi simbol transisi energi nasional yang inklusif, berkelanjutan, dan berkeadilan membuka pintu era baru di mana potensi alam Papua bersinar terang untuk generasi mendatang.

#PapuaTerang
#EBTPapua
#PLN2026
#EnergiHijauTimur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *