Prajurit TNI bersama unsur petugas gabungan melaksanakan evakuasi warga yang terdampak banjir di wilayah Kapuk Muara, Jakarta Utara, Jumat (23/1/2026). Hingga sore hari, genangan air di kawasan tersebut masih mencapai ketinggian sekitar 50 hingga 80 sentimeter akibat curah hujan tinggi yang disertai luapan Kali Angke. Kondisi ini menyebabkan aktivitas warga terganggu dan memerlukan penanganan cepat, terutama bagi kelompok rentan.
Danramil 02/Penjaringan, Kapten Inf Noldy Delius Stepanus Tana, menjelaskan bahwa pihaknya mengerahkan 15 personel untuk membantu penanganan banjir di lokasi. Selain melakukan evakuasi, prajurit TNI juga menyalurkan bantuan berupa makanan dan kebutuhan ringan kepada warga yang terdampak. Upaya tersebut dilakukan untuk membantu meringankan beban masyarakat selama banjir masih menggenangi permukiman.
Proses evakuasi dilaksanakan menggunakan perahu karet, terutama untuk membantu warga lanjut usia dan masyarakat yang kesulitan melintasi genangan air. Perahu tersebut juga dimanfaatkan warga yang tetap harus beraktivitas, seperti pergi bekerja atau menuju lokasi pengungsian. Prajurit TNI dari Kodim 0502/Jakarta Utara, Koramil 02/Penjaringan, serta personel Yonif Teritorial Pembangunan turut terlibat dalam kegiatan evakuasi dan pendistribusian bantuan di lapangan.
Selain fokus pada evakuasi, TNI juga berkoordinasi dengan Puskesmas Penjaringan untuk memastikan layanan kesehatan bagi warga terdampak tetap berjalan. Tim medis dikerahkan untuk membawa obat-obatan dan melakukan pemeriksaan kesehatan, khususnya di wilayah dengan genangan cukup tinggi. Tercatat sebanyak 91 warga mengungsi di Masjid Nurul Jannah, terdiri dari laki-laki, perempuan, lansia, anak-anak, dan balita, yang seluruhnya mendapat pemantauan kesehatan secara berkala guna memastikan kondisi mereka tetap terjaga selama masa banjir.
