Babinsa Dampingi Panen Mentimun, Perkuat Ketahanan Pangan dan Semangat Petani di Hulu Sungai Tengah

HULU SUNGAI TENGAH – Komitmen TNI dalam mendukung ketahanan pangan nasional terus diwujudkan melalui berbagai kegiatan pendampingan kepada masyarakat. Salah satunya dilakukan Babinsa Koramil 1002-04/Labuan Amas Selatan, Koptu Catur, yang melaksanakan komunikasi sosial (Komsos) dengan membantu petani memanen mentimun di Desa Taras Padang, Kecamatan Labuan Amas Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Selasa (23/6/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian Babinsa terhadap sektor pertanian yang menjadi salah satu penopang utama perekonomian masyarakat. Kehadiran Babinsa di lahan pertanian tidak hanya membantu pekerjaan petani, tetapi juga memberikan motivasi agar masyarakat terus mengembangkan usaha pertanian yang produktif dan berkelanjutan.

Pemilik kebun mentimun, Fahri, mengaku sangat terbantu dengan pendampingan yang dilakukan Babinsa. Menurutnya, perhatian dan dukungan yang diberikan menjadi penyemangat bagi para petani dalam mengelola lahan dan meningkatkan hasil panen.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Pak Babinsa yang selama ini terus memberikan motivasi kepada kami untuk bertani. Kehadiran beliau membuat kami semakin semangat dalam mengelola lahan pertanian,” ujar Fahri.

Sementara itu, Danramil 1002-04/Labuan Amas Selatan, Kapten Inf Bajuri, menjelaskan bahwa kegiatan Komsos merupakan bagian dari pembinaan teritorial yang bertujuan mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat sekaligus mendukung program ketahanan pangan yang menjadi salah satu prioritas nasional.

Menurutnya, peran Babinsa tidak hanya menjaga keamanan wilayah, tetapi juga hadir di tengah masyarakat untuk membantu berbagai kegiatan produktif yang berdampak langsung pada kesejahteraan warga.

“Babinsa harus selalu hadir di tengah masyarakat, membantu mengatasi berbagai kesulitan warga, termasuk mendampingi para petani. Melalui pendampingan seperti ini diharapkan hasil pertanian dapat terus meningkat sehingga berdampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Pendampingan yang dilakukan Babinsa menjadi bukti nyata sinergi antara TNI dan masyarakat dalam mendukung pembangunan sektor pertanian. Kehadiran aparat kewilayahan di lapangan juga memberikan dorongan bagi petani untuk terus meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

Di tengah berbagai tantangan sektor pertanian, kolaborasi antara petani, pemerintah, dan TNI menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas produksi pangan nasional. Melalui pendampingan yang berkelanjutan, diharapkan semakin banyak masyarakat yang mampu mengembangkan potensi pertanian lokal sehingga memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya.

Kegiatan ini sekaligus mencerminkan kemanunggalan TNI dengan rakyat yang terus terjaga, di mana keberadaan Babinsa tidak hanya sebagai aparat teritorial, tetapi juga mitra masyarakat dalam mewujudkan kemandirian pangan dan kesejahteraan bersama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *