Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan melakukan pertemuan dengan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) di Jakarta, Selasa (4/3/2026). Pertemuan tersebut membahas percepatan pembangunan desa serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah Papua Barat, khususnya di kawasan daerah tertinggal.
Agenda ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara Pemerintah Provinsi Papua Barat dan Kementerian Desa PDT dalam mendukung program prioritas nasional pembangunan desa dan kawasan perdesaan.
Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Dominggus Mandacan didampingi sejumlah pejabat daerah, termasuk Plt Kepala Bappeda, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Sosial, Kepala Biro Pemerintahan, Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, serta Kepala Badan Penghubung Provinsi Papua Barat.
Fokus pada Penguatan Ekonomi Desa
Dalam pertemuan itu, Pemerintah Provinsi Papua Barat menyampaikan sejumlah program strategis untuk memperkuat pembangunan desa secara terpadu.
Program tersebut meliputi:
penguatan ekonomi desa berbasis potensi lokal
peningkatan kapasitas aparatur dan kelembagaan kampung
pengembangan infrastruktur dasar desa
percepatan pembangunan kawasan daerah tertinggal
Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat desa sekaligus mempercepat pembangunan wilayah Papua Barat.
Pengembangan Pariwisata dan Agrowisata Desa
Salah satu usulan utama dalam pertemuan tersebut adalah pengembangan pariwisata desa dan agrowisata berbasis potensi lokal.
Beberapa lokasi yang diusulkan antara lain:
Kampung Mena, Distrik Roon, Kabupaten Teluk Wondama untuk pembangunan fasilitas pariwisata
Kampung Wisata Kwawu, Distrik Warmare, Kabupaten Manokwari
Agrowisata sagu di Kampung Aranday, Kabupaten Teluk Bintuni
Agrowisata dataran tinggi Danau Anggi dan Anggigida di Kabupaten Pegunungan Arfak
Selain itu, pemerintah daerah juga mengusulkan pengembangan ekowisata mangrove terpadu di Kabupaten Teluk Bintuni, termasuk pembangunan jalur tracking mangrove, pusat edukasi lingkungan, serta penguatan kelompok sadar wisata.
Peningkatan Kapasitas Aparatur Kampung
Pemprov Papua Barat juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas aparatur kampung untuk memperkuat tata kelola pemerintahan desa.
Program yang diusulkan antara lain:
pelatihan tata kelola keuangan dan aset kampung
penguatan kapasitas BUM Kampung
pendampingan pengelolaan wisata desa
digitalisasi administrasi kampung
Program ini diharapkan dapat meningkatkan profesionalitas aparatur desa dalam mengelola pembangunan dan pelayanan masyarakat.
Penguatan Infrastruktur Dasar Desa
Selain penguatan ekonomi dan kelembagaan desa, pembangunan infrastruktur dasar desa juga menjadi perhatian utama.
Beberapa program yang diusulkan meliputi:
penyediaan air bersih dan sanitasi di kawasan wisata desa
pembangunan akses jalan kampung menuju lokasi wisata
penyediaan energi terbarukan skala kecil bagi wilayah terpencil
Program ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas wilayah serta kualitas hidup masyarakat desa di Papua Barat.
Dorong Sinergi Program Pembangunan Desa
Gubernur Dominggus Mandacan juga mendorong percepatan pembangunan daerah tertinggal melalui sinergi lintas sektor, termasuk pengurangan kemiskinan dan pengangguran di desa.
Selain itu, pemerintah daerah juga menyoroti pentingnya peningkatan pelayanan dasar masyarakat, seperti:
peningkatan layanan air bersih
penguatan ekonomi berbasis teknologi
pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)
pelestarian seni dan budaya Papua melalui sanggar seni
Pemerintah Provinsi Papua Barat berharap adanya dukungan kebijakan, pendanaan, serta pendampingan teknis berkelanjutan dari Kementerian Desa dan PDT.
Dukungan tersebut diharapkan dapat diwujudkan melalui berbagai skema pembiayaan, termasuk APBN, Dana Desa, serta program pembangunan lainnya sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Pertemuan tersebut ditutup dengan komitmen bersama untuk memperkuat koordinasi dan tindak lanjut teknis agar berbagai program prioritas dapat segera diimplementasikan demi terwujudnya desa dan kampung yang mandiri, maju, dan berkelanjutan di Papua Barat.
