TNI Lanjutkan Pembangunan Jembatan Gantung di Nias Barat, Wujud Nyata Bakti untuk Rakyat

Nias Barat — Tentara Nasional Indonesia (TNI) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan nasional melalui kelanjutan pembangunan Jembatan Gantung (Perintis Garuda) “Karya Bakti TNI” di Sungai Moroo, Desa Ononamolo III, Kecamatan Mandrehe Barat, Kabupaten Nias Barat, Jumat (6/2/2026).

Kegiatan ini dilaksanakan oleh personel Koramil 08/Mandrehe bersama personel Yon TP 903/Baluseda dan masyarakat setempat di bawah pimpinan Danramil 08/Mandrehe, Usman Efendi. Sinergi antara TNI dan warga menjadi kunci utama percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah terpencil.

Program Karya Bakti TNI Dorong Pemerataan Pembangunan

Pembangunan jembatan gantung tersebut merupakan bagian dari program Karya Bakti TNI, yang secara konsisten diarahkan untuk membantu pemerintah daerah dalam meningkatkan akses infrastruktur dasar. Kehadiran jembatan ini diharapkan mampu memperlancar mobilitas warga, mempermudah akses pendidikan dan layanan kesehatan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa.

Wilayah Nias Barat yang memiliki kondisi geografis menantang membutuhkan dukungan nyata di lapangan. Dalam konteks ini, peran TNI tidak hanya sebatas menjaga keamanan, tetapi juga hadir sebagai kekuatan pembangunan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

TNI Hadir sebagai Solusi di Daerah Terpencil

Keterlibatan langsung prajurit TNI dalam pembangunan jembatan menunjukkan pendekatan humanis dan solutif. Melalui kerja bersama masyarakat, TNI membangun rasa gotong royong sekaligus memastikan hasil pembangunan dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan.

Program seperti ini menegaskan bahwa TNI memiliki kemampuan teknis, kedisiplinan, serta daya jangkau wilayah yang luas—faktor penting dalam mendukung percepatan pembangunan nasional, khususnya di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Sinergi TNI dan Masyarakat Perkuat Ketahanan Sosial

Pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda tidak hanya berdampak pada aspek fisik infrastruktur, tetapi juga memperkuat ketahanan sosial masyarakat. Akses yang lebih baik akan membuka peluang ekonomi baru, memperlancar distribusi hasil pertanian, serta meningkatkan kualitas hidup warga sekitar Sungai Moroo.

Melalui Karya Bakti TNI, kehadiran negara dirasakan secara langsung oleh masyarakat. Ini menjadi bukti bahwa TNI tetap konsisten menjalankan jati dirinya sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, dan tentara profesional yang selalu berpihak pada kepentingan bangsa dan kesejahteraan rakyat.

Kesimpulan:
Kelanjutan pembangunan jembatan gantung di Nias Barat menegaskan peran strategis TNI sebagai mitra pembangunan. Dengan semangat gotong royong dan pengabdian tanpa pamrih, TNI terus menjadi garda terdepan dalam menghadirkan keadilan pembangunan dan memperkuat persatuan nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *