Banda Aceh – Prajurit TNI dari Batalyon Zeni Tempur 5/Arati Bhaya Wighina (Yonzipur 5/ABW) yang tergabung dalam Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam merampungkan pembangunan jembatan bailey di Desa Kubu, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, Selasa (24/2/2026).
Penerangan Kodam Iskandar Muda menyebutkan, saat ini pembangunan memasuki tahap akhir berupa persiapan dan pelaksanaan uji kelayakan teknis untuk memastikan jembatan aman dan layak digunakan masyarakat. Meski struktur fisik hampir selesai, Satgas tidak ingin terburu-buru menetapkan jembatan siap operasi sebelum seluruh standar keselamatan terpenuhi.
Jembatan darurat tersebut dibangun sebagai respons atas dampak bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah Aceh Utara pada akhir November 2025 dan sempat memutus akses transportasi warga. Terputusnya jalur penghubung sebelumnya menghambat mobilitas masyarakat, distribusi logistik, serta pengiriman hasil pertanian yang menjadi penopang ekonomi lokal.
Menurut keterangan resmi, proses pengerjaan dilakukan secara intensif dengan mengedepankan standar konstruksi teknis dan faktor keselamatan. Dua tahapan akhir yang kini dijalankan yakni uji beban untuk mengukur kemampuan jembatan menahan kapasitas kendaraan sesuai perencanaan, serta uji defleksi guna memastikan tingkat lendutan struktur tetap dalam batas toleransi keamanan.
Pengujian tersebut merupakan bagian penting dari kontrol kualitas konstruksi sekaligus indikator utama untuk menjamin keamanan penggunaan jangka panjang bagi masyarakat Desa Kubu. Setelah kedua tahapan itu dinyatakan memenuhi syarat, jembatan akan segera difungsikan sebagai jalur penghubung utama warga.
Penerangan Kodam Iskandar Muda menegaskan pembangunan ini menjadi wujud komitmen TNI dalam misi kemanusiaan, khususnya membantu percepatan pemulihan wilayah terdampak bencana serta mengatasi kesulitan masyarakat di daerah.
