Proyek pembangunan Sekolah Rakyat di Kelurahan Nglames, Kecamatan Madiun, Kabupaten Madiun dipercepat penyelesaiannya setelah pemerintah pusat menginstruksikan target rampung dimajukan dari Agustus menjadi Juni 2026. Percepatan ini membuat waktu pengerjaan efektif tersisa sekitar tiga bulan.
Project Manager Proyek Sekolah Rakyat Jawa Timur 2, Dwi Handoko, mengatakan percepatan tersebut menjadi tantangan besar bagi pelaksana proyek. “Waktu efektif untuk membangun tinggal tiga bulan, ya ini kami maksimalkan,” ujarnya, Jumat (3/4/2026).
Ia menjelaskan, meskipun waktu pengerjaan dipersingkat, kualitas bangunan tetap harus terjaga. Menurutnya, percepatan ini juga bertujuan memberi waktu bagi Kementerian Sosial dalam mempersiapkan administrasi calon siswa dan tenaga pengajar sebelum operasional sekolah dimulai.
“Agar pekerjaan selesai tepat waktu dan kualitas bangunannya bagus, kami harus menambah jumlah pekerja secara berkala,” kata Dwi.
Saat ini, jumlah pekerja di lokasi proyek mencapai sekitar 300 orang dan akan terus ditingkatkan. “Saat ini jumlahnya 300 orang, nanti di minggu kedua akan naik hingga 500 orang, dan akan naik lagi di minggu-minggu yang akan datang,” ujarnya.
Selain keterbatasan waktu, proyek ini juga menghadapi tantangan teknis, termasuk perubahan desain atap sesuai instruksi Presiden terkait penggunaan genteng. Hal ini berdampak pada kebutuhan material dalam jumlah besar. “Kebutuhan genteng ini satu lokasi kurang lebih 300 ribu pcs. UMKM tidak bisa menyediakan sebanyak itu, jadi kami ambil produk dari pabrik skala nasional,” jelasnya.
Proyek Sekolah Rakyat merupakan bagian dari program pemerintah dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat, khususnya kelompok kurang mampu. Percepatan pembangunan menjadi krusial agar fasilitas pendidikan dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat.
Kebijakan percepatan ini berpotensi mempercepat akses pendidikan bagi calon siswa, namun juga menuntut pengawasan ketat untuk memastikan kualitas konstruksi tetap sesuai standar. Penambahan tenaga kerja dan percepatan distribusi material menjadi kunci dalam menjaga keseimbangan antara kecepatan dan mutu pembangunan.
Ke depan, pihak pelaksana proyek bersama pemerintah pusat akan terus memantau progres pembangunan secara intensif guna memastikan target Juni 2026 dapat tercapai, sekaligus memberikan waktu cukup bagi persiapan operasional sekolah sebelum tahun ajaran baru dimulai.
