Proyek PLTS 100 GW Koperasi Merah Putih Disiapkan, Pemerintah Susun Regulasi dan Investasi Mulai Masuk

Jakarta – Pemerintah tengah menyiapkan regulasi untuk mendukung pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 gigawatt (GW) yang akan dikelola melalui Koperasi Desa Merah Putih. Program ini menjadi bagian dari strategi nasional dalam mempercepat transisi energi sekaligus memperluas akses listrik di seluruh Indonesia.

Sekretaris Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Harris Yahya, mengatakan pemerintah saat ini sedang menyusun payung aturan sebagai dasar pelaksanaan program tersebut.

“Sekarang sedang dilakukan persiapan untuk penyusunan regulasinya,” kata Harris dalam acara Green Energy Transition Indonesia Day di Jakarta, Selasa (10/3/2026).

Tahap Awal Fokus Pembangunan 13 GW PLTS

Pada tahap awal, pemerintah memutuskan untuk memprioritaskan pembangunan 13 GW PLTS di wilayah yang telah memiliki infrastruktur distribusi listrik.

Sebelumnya, pemerintah merancang proyek lebih besar dengan target pembangunan 80 GW PLTS desa, yakni sekitar 1 megawatt per desa di 80 ribu desa, serta tambahan 20 GW PLTS di tingkat kabupaten/kota.

Namun, strategi implementasi dilakukan secara bertahap agar pembangunan pembangkit listrik tenaga surya dapat berjalan lebih efektif dan terintegrasi dengan jaringan listrik yang sudah ada.

Satgas Transisi Energi Percepat Implementasi

Program PLTS skala besar ini juga akan didukung oleh Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Transisi Energi yang dibentuk oleh Presiden Prabowo Subianto.

Satgas tersebut bertugas mempercepat implementasi berbagai proyek energi bersih, termasuk pembangunan PLTS melalui koperasi desa.

Menurut Harris, program ini memiliki beberapa tujuan strategis, antara lain meningkatkan rasio elektrifikasi nasional, mengurangi ketergantungan impor energi, serta menurunkan emisi gas rumah kaca.

Saat ini, rasio elektrifikasi Indonesia telah mencapai sekitar 99 persen. Namun masih terdapat sekitar 1 persen wilayah atau sekitar 10 ribu titik yang belum teraliri listrik.

“Program PLTS 100 GW menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan akses listrik sekaligus mendukung transisi menuju energi bersih,” ujarnya.

Investasi Pabrik Panel Surya Mulai Masuk

Untuk mendukung pembangunan proyek PLTS nasional, investasi di sektor energi surya juga mulai mengalir. Chief Executive Officer BPI Danantara, Rosan Roeslani, mengungkapkan pihaknya telah menerima investasi sebesar US$1,4 miliar untuk pembangunan pabrik panel surya.

Pabrik tersebut direncanakan memiliki kapasitas produksi 50 megawatt dan ditargetkan selesai pada akhir 2026.

Selain itu, skema pendanaan proyek PLTS akan melibatkan kolaborasi antara mitra dalam negeri dan perusahaan swasta internasional yang memiliki teknologi panel surya maupun baterai.

Kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat pengembangan energi terbarukan sekaligus memperkuat industri energi bersih di Indonesia.

Dorong Ekonomi Desa dan Transisi Energi

Program PLTS Koperasi Merah Putih juga diproyeksikan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat desa melalui pengelolaan energi berbasis komunitas.

Selain memperluas akses listrik, proyek ini juga diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi desa, membuka lapangan kerja baru, serta memperkuat ketahanan energi nasional dalam jangka panjang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *