Pemerintah Indonesia meresmikan 166 Sekolah Rakyat rintisan di 34 provinsi dan 131 kabupaten/kota hingga 12 Januari 2026 sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan bagi keluarga miskin ekstrem. Program prioritas nasional tersebut telah menerima 15.954 siswa dari kelompok masyarakat rentan, khususnya desil 1–2 yang selama ini belum terjangkau layanan pendidikan formal. Hal itu disampaikan Kepala Staf Kepresidenan dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu, 4 Maret 2026.
Program Sekolah Rakyat menjadi salah satu strategi pemerintah untuk mengatasi kesenjangan akses pendidikan di berbagai daerah. Selain membangun sekolah baru, pemerintah juga melakukan revitalisasi sarana pendidikan secara nasional. Hingga saat ini tercatat 16.167 satuan pendidikan telah direvitalisasi, melampaui target awal sebesar 10.440 sekolah. Untuk sektor pendidikan vokasi, sebanyak 2.026 satuan pendidikan telah direvitalisasi dengan capaian 97 persen. Program revitalisasi tersebut difokuskan pada perbaikan ruang kelas, fasilitas pembelajaran, serta lingkungan sekolah, dengan alokasi 11.744 satuan pendidikan pada 2026 dan pagu anggaran sebesar Rp14,06 triliun.
Kepala Staf Kepresidenan, M. Qodari, mengatakan program Sekolah Rakyat dirancang untuk menjangkau kelompok masyarakat yang selama ini belum mendapatkan akses pendidikan yang memadai. “Per 12 Januari 2026 telah diresmikan 166 Sekolah Rakyat Rintisan di 34 provinsi dan 131 kabupaten/kota,” kata Qodari. Ia menambahkan, “Program ini menyasar desil 1–2 sebagai kelompok invisible people yang belum terjangkau layanan pendidikan.” Sementara itu, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, menegaskan bahwa program tersebut merupakan salah satu inisiatif utama pemerintah untuk memperluas kesempatan belajar bagi anak-anak dari keluarga rentan. “Sekolah Rakyat ini adalah jembatan emas bagi adik-adik yang diinisiasi oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto. Manfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya agar kelak menjadi pribadi hebat,” ujar Fajar saat mengunjungi Sekolah Rakyat di Cibadak, Kabupaten Sukabumi, 6 Maret 2026.
Pemerintah menilai program Sekolah Rakyat menunjukkan komitmen negara dalam memastikan akses pendidikan bagi kelompok masyarakat paling rentan. Sejumlah siswa dari sekolah tersebut bahkan telah meraih prestasi akademik di tingkat nasional. Ke depan, pemerintah juga tengah membangun 104 Sekolah Rakyat permanen untuk memperluas jangkauan program. Selain penguatan fasilitas pendidikan, pemerintah menargetkan pengembangan sistem sekolah berasrama serta kurikulum berbasis keterampilan seperti pembelajaran coding guna menyiapkan generasi muda yang lebih kompetitif dan memiliki peluang pendidikan yang lebih luas.
