JAKARTA — Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran memastikan pemantauan dan perlindungan intensif terhadap 329 Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Iran pascakonflik militer yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari 2026. Langkah cepat ini dilakukan demi memastikan keselamatan WNI di tengah eskalasi kekerasan dan ancaman keamanan yang meningkat di kawasan tersebut.
Pelaksana Tugas Direktur Perlindungan WNI Heni Hamidah menyatakan bahwa Kemlu terus memantau secara real-time informasi dari KBRI Teheran dan telah membuka jalur komunikasi intensif dengan seluruh WNI yang terdata. “Perlindungan WNI dan Pekerja Migran Indonesia di kawasan Timur Tengah adalah prioritas utama pemerintah dan upaya ini akan terus kami lakukan,” ujar Heni saat dihubungi, menekankan koordinasi antara Jakarta dan perwakilan di lapangan.
Duta Besar Republik Indonesia untuk Iran dan Turkmenistan, Roy Soemirat, menegaskan bahwa seluruh 329 WNI yang tercatat resmi di KBRI dalam kondisi aman dan terus berkomunikasi dengan pihak kedutaan. “Hingga laporan terakhir, seluruh WNI yang sudah kami hubungi di berbagai kota menyatakan mereka tidak mengalami ancaman langsung,” kata Roy melalui pernyataan yang dibagikan Kemlu. Lebih lanjut, ia mengimbau para WNI untuk tetap waspada dan mengikuti arahan keamanan setempat.
Kebijakan ini muncul di tengah latar konflik berkelanjutan di kawasan Timur Tengah yang telah memicu ketidakstabilan regional sejak awal 2026, termasuk serangan udara dan balasan militer yang melibatkan berbagai negara. Eskalasi tersebut berpotensi berdampak pada mobilitas penduduk, aktivitas pendidikan, serta hubungan masyarakat Indonesia yang tinggal di luar negeri. Bagi keluarga di dalam negeri, jaminan perlindungan oleh pemerintah melalui pemantauan rutin dan arahan resmi membantu mengurangi kekhawatiran dan memastikan informasi akurat mengalir tanpa menyebabkan kepanikan publik.
Pemerintah menyatakan akan terus melakukan asesmen keamanan berkala dan memperkuat kesiapan jalur komunikasi darurat serta mekanisme perlindungan jika situasi berubah secara signifikan. Opsi penyesuaian kewaspadaan atau evakuasi masih dalam pertimbangan berdasarkan hasil evaluasi risiko oleh Kemlu dan KBRI, sambil berkoordinasi dengan otoritas lokal di Iran. Kebijakan tindak lanjut ini bertujuan menjaga keselamatan WNI sebagai prioritas utama dalam dinamika geopolitik global yang terus berkembang.
