Jakarta – Program makan bergizi gratis untuk anak-anak (MBG) tetap dilaksanakan selama Ramadan 2026 dengan sejumlah penyesuaian mekanisme. Kebijakan ini dinilai membawa manfaat berlapis, mulai dari pemenuhan gizi anak, keberlanjutan pendapatan masyarakat, hingga menjaga perputaran ekonomi nasional tetap berjalan selama bulan puasa.
Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan distribusi MBG tidak dihentikan selama Ramadan, melainkan disesuaikan dengan karakteristik penerima manfaat. Ramadan 2026 diperkirakan berlangsung dari pertengahan Februari hingga Maret.
Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan kebijakan ini diambil agar manfaat program tetap dirasakan masyarakat luas, tanpa mengganggu pelaksanaan ibadah puasa.
Gizi Anak Tetap Terpenuhi Selama Puasa
Keberlanjutan MBG selama Ramadan memastikan anak-anak tetap mendapatkan asupan gizi yang dibutuhkan untuk tumbuh dan belajar secara optimal. Bagi siswa yang berpuasa, MBG diberikan dalam bentuk makanan tahan lama yang dapat dikonsumsi saat berbuka.
Langkah ini dinilai penting untuk mencegah penurunan kualitas gizi anak selama bulan puasa, sekaligus menjaga konsistensi program nasional peningkatan gizi.
Pendapatan Masyarakat Tetap Berjalan
Pelaksanaan MBG selama Ramadan juga berdampak langsung pada keberlanjutan pendapatan masyarakat. Program ini melibatkan ribuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), dapur produksi, tenaga masak, distribusi logistik, hingga pelaku UMKM penyedia bahan pangan.
Dengan tetap beroperasinya MBG, penghasilan para pekerja dan mitra program tetap terjaga meski aktivitas ekonomi lain cenderung melambat selama Ramadan.
Perputaran Ekonomi Tetap Terjaga
Distribusi MBG selama Ramadan turut menjaga rantai pasok pangan tetap aktif. Kebutuhan bahan makanan seperti telur, buah, susu, dan produk olahan lokal tetap terserap, sehingga perputaran ekonomi di tingkat daerah tidak terhenti.
Kondisi ini memberi dampak positif bagi petani, peternak, pedagang, dan pelaku usaha kecil yang terlibat langsung dalam penyediaan bahan MBG.
Penyesuaian Tanpa Menghentikan Program
BGN telah menyiapkan empat skema distribusi MBG selama Ramadan, mulai dari sekolah umum, pesantren, hingga penerima manfaat ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Penyesuaian dilakukan pada waktu distribusi dan jenis menu, bukan pada penghentian program.
Dengan skema ini, anak-anak tetap mendapatkan hak gizi, masyarakat tetap bekerja, dan roda ekonomi tetap bergerak tanpa mengurangi kekhusyukan ibadah puasa.
Program Berjalan, Manfaat Tetap Menyentuh Rakyat
Keputusan pemerintah mempertahankan program MBG selama Ramadan menunjukkan bahwa kebijakan publik dapat tetap berjalan seiring dengan nilai keagamaan dan kebutuhan sosial ekonomi masyarakat.
Melalui penyesuaian yang terukur, MBG tidak hanya menjaga kesehatan generasi penerus, tetapi juga memastikan keberlanjutan penghasilan masyarakat dan stabilitas ekonomi nasional selama bulan suci Ramadan.
