Ekonomi Indonesia Tetap Stabil di Tengah Gejolak Timur Tengah, Pemerintah Pastikan Fundamental Kuat

Pemerintah memastikan kondisi ekonomi Indonesia tetap stabil di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang memengaruhi pasar global. Hal tersebut disampaikan Menteri Keuangan saat menghadiri rapat terbatas bersama Presiden di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa, 10 Maret 2026, dengan menegaskan bahwa nilai tukar rupiah dan kondisi ekonomi domestik masih berada dalam kendali berkat fundamental ekonomi nasional yang kuat serta koordinasi kebijakan antara pemerintah dan otoritas moneter.

Perkembangan ekonomi global dalam beberapa waktu terakhir diwarnai ketidakpastian akibat konflik geopolitik yang berdampak pada pasar energi, perdagangan internasional, dan volatilitas nilai tukar di berbagai negara. Meski demikian, Indonesia dinilai memiliki ketahanan ekonomi yang relatif baik. Pada penutupan perdagangan di (10/3), nilai tukar rupiah tercatat menguat 86 poin atau 0,51 persen menjadi Rp16.863 per dolar Amerika Serikat dari posisi sebelumnya Rp16.949. Stabilitas tersebut didukung oleh ketersediaan pasokan energi, pangan, serta likuiditas sektor keuangan yang tetap terjaga.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa fluktuasi nilai tukar rupiah masih berada dalam batas yang dapat dikendalikan selama kondisi ekonomi domestik tetap sehat. “Selama fondasi ekonomi kita bagus, mengendalikan rupiah lebih gampang dibanding kalau ekonomi lagi berantakan,” ujar Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta. Ia menambahkan bahwa stabilitas nilai tukar juga didukung oleh koordinasi yang erat antara pemerintah dan Bank Indonesia dalam memantau pergerakan pasar. “Kalau kita memastikan perkembangan ekonomi bagus, uang di sistem cukup, dan BI memonitor nilai tukar, kerja sama seperti ini akan membantu menjaga stabilitas,” katanya. Sementara itu, Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus Aris Marsudiyanto menegaskan pemerintah telah mengantisipasi berbagai dampak dari dinamika geopolitik global. “Pada prinsipnya ekonomi Indonesia kuat, tidak perlu khawatir. Pangan tersedia, energi dan BBM juga tercukupi,” ujarnya.

Pemerintah juga memastikan berbagai langkah mitigasi terus dilakukan untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional, termasuk penguatan koordinasi antar kementerian dan lembaga dalam memantau perkembangan pasar global. Presiden bersama jajaran pemerintah secara berkala menggelar rapat koordinasi guna memastikan kebijakan ekonomi berjalan efektif dan mampu meredam dampak gejolak eksternal. Dengan kondisi fundamental ekonomi yang dinilai kuat serta ketersediaan pasokan energi dan pangan yang terjaga, pemerintah menargetkan stabilitas ekonomi nasional tetap terpelihara sehingga aktivitas ekonomi masyarakat dapat terus berlangsung secara normal di tengah dinamika global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *