Dandim 1408/Makassar Tinjau Pengungsi Banjir di Katimbang, Salurkan Bantuan Sembako

Makassar, Sulawesi Selatan — Komandan Distrik Militer (Dandim) 1408/Makassar Kolonel Kavaleri Ino Dwi Satyo Darmawa meninjau langsung warga terdampak banjir akibat luapan Sungai Biring Jene di Perumahan Kodam III, Kelurahan Katimbang, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Rabu (26/2). Dalam kunjungan tersebut, jajaran Kodim 1408/Makassar juga menyalurkan bantuan sembako kepada warga yang mengungsi.

Peninjauan dipusatkan di Masjid Nurul Ikhlas yang difungsikan sebagai lokasi pengungsian sementara. Selain melihat kondisi warga, Dandim mendengarkan keluhan serta masukan masyarakat terkait banjir yang kerap terjadi saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

“Kehadiran kami di sini adalah bentuk kepedulian TNI AD terhadap masyarakat yang sedang tertimpa musibah. TNI tidak hanya bertugas menjaga pertahanan negara, tetapi juga hadir membantu rakyat dalam situasi sulit,” ujar Kolonel Kav Ino Dwi Satyo Darmawa di sela kegiatan.

Rombongan Kodim 1408/Makassar menyerahkan bantuan kebutuhan pokok berupa mi instan, beras, dan air mineral guna membantu memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi. Bantuan tersebut disalurkan langsung kepada warga di lokasi pengungsian.

Menurut Kolonel Ino Dwi Satyo Darmawa, banjir di kawasan Perumahan Kodam III umumnya terjadi ketika curah hujan tinggi berlangsung selama kurang lebih 24 jam, sehingga menyebabkan debit Sungai Biring Jene meluap dan merendam permukiman warga.

“Insya Allah kami akan terus berkoordinasi dengan pemda dan unsur terkait, serta memastikan keterlibatan kami dalam seluruh proses evakuasi maupun bantuan lainnya,” katanya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Biringkanaya, antara lain Camat Biringkanaya, Kepala Kepolisian Sektor setempat, Komandan Rayon Militer, perwira staf Kodim, Bintara Pembina Desa, serta para ketua RT dan RW.

Secara geografis, sejumlah wilayah di Kecamatan Biringkanaya termasuk daerah rawan genangan saat intensitas hujan tinggi, terutama kawasan yang berada di sekitar aliran sungai dan dataran rendah. Banjir tidak hanya berdampak pada kerusakan rumah dan terganggunya aktivitas warga, tetapi juga berpotensi menimbulkan risiko kesehatan akibat sanitasi yang terdampak.

Kehadiran aparat TNI dalam penanganan awal bencana dinilai membantu percepatan evakuasi serta distribusi bantuan. Sinergi lintas instansi menjadi faktor penting dalam memastikan keselamatan warga dan pemenuhan kebutuhan dasar selama masa tanggap darurat.

Sebagai tindak lanjut, Kodim 1408/Makassar menyatakan siap membantu proses evakuasi lanjutan, melakukan pendataan pengungsi, serta berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Makassar, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Basarnas, dan Dinas Sosial guna memastikan penanganan korban banjir berjalan optimal hingga kondisi dinyatakan aman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *