Bulog Pastikan Stok Pangan Aman di Tengah Krisis Global dan Ancaman El Nino 2026

JAKARTA, 29 Maret 2026 — Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) memastikan stok Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) dalam kondisi aman meski dunia menghadapi gejolak geopolitik di Timur Tengah dan ancaman fenomena El Nino ekstrem pada 2026. Pemerintah menilai capaian swasembada pangan menjadi faktor utama yang menjaga stabilitas pasokan domestik.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyampaikan bahwa ketersediaan pangan nasional saat ini relatif terjaga dan tidak terdampak signifikan oleh dinamika global.

“Stabilitas pangan nasional saat ini relatif terjaga karena Indonesia telah berhasil mencapai swasembada, sehingga masyarakat tidak perlu merasa khawatir terhadap ketersediaan pasokan di pasar,” ujar Rizal dalam keterangannya, Minggu (29/3).

Ia mengungkapkan, total stok beras nasional saat ini mencapai 4,23 juta ton, yang disebut sebagai rekor tertinggi sepanjang sejarah Indonesia. Dengan cadangan tersebut, Bulog optimistis mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga akhir 2026, termasuk menghadapi potensi kekeringan akibat El Nino.

“Dengan stok yang ada, kami optimistis dapat menjaga ketersediaan pangan nasional dan mengantisipasi dampak kekeringan di sejumlah wilayah,” tambahnya.

Selain beras, Bulog juga mengelola komoditas strategis lain seperti jagung untuk pakan ternak dan minyak goreng. Untuk minyak goreng, ketersediaan tercatat sekitar 72.000 kiloliter per bulan, yang dinilai cukup untuk menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen.

Rizal menegaskan, pengelolaan stok dilakukan secara optimal dan terkontrol guna memastikan distribusi merata serta mencegah praktik spekulasi harga. “Distribusi terus kami jaga agar tidak ada ruang bagi pihak-pihak yang mencoba memainkan harga di tengah situasi global,” ujarnya.

Capaian ini sejalan dengan pernyataan Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman, yang sebelumnya menyebut Indonesia telah mencapai swasembada pada sembilan komoditas utama sejak awal 2026, termasuk beras, jagung, gula konsumsi, minyak goreng, hingga komoditas hortikultura.

Secara historis, ketahanan pangan nasional kerap menjadi tantangan, terutama saat terjadi gangguan pasokan global atau anomali iklim seperti El Nino. Namun, peningkatan produksi dalam negeri dan penguatan cadangan logistik dinilai mampu memperkuat posisi Indonesia dalam menghadapi ketidakpastian global.

Dari sisi dampak, ketersediaan stok pangan yang tinggi berpotensi menjaga stabilitas harga, mengendalikan inflasi, serta memastikan akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok tetap terjaga. Selain itu, kondisi ini juga memberikan kepastian bagi sektor industri pangan dan peternakan.

Ke depan, pemerintah melalui Bulog dan Badan Pangan Nasional akan terus memperkuat manajemen cadangan, meningkatkan distribusi yang merata, serta memantau potensi dampak El Nino di daerah sentra produksi. Langkah ini dilakukan untuk memastikan ketahanan pangan nasional tetap terjaga hingga akhir tahun 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *