Banjir dan Longsor Terjang Lebong Bengkulu, 1.200 Rumah Terdampak, TNI Evakuasi Warga Rentan

Bengkulu — Banjir yang dipicu hujan deras dan meluapnya sejumlah sungai melanda Kabupaten Lebong dan Seluma, Provinsi Bengkulu, sejak Minggu (5/4/2026), mengakibatkan sekitar 1.200 rumah terdampak. Aparat gabungan dari TNI, Polri, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dikerahkan untuk menangani bencana, termasuk mengevakuasi warga yang terjebak di tengah genangan air setinggi hingga 130 sentimeter.

Komandan Kodim 0409/Rejang Lebong Letnan Kolonel Infanteri Agung Lewis Oktorada menyampaikan bahwa pihaknya menurunkan 144 personel yang disebar di lima kecamatan terdampak. “Sepanjang malam tadi, ada empat orang ibu hamil dievakuasi beserta anak-anak juga lansia. Umumnya mereka terkepung dan terjebak banjir yang terus naik hingga ketinggian 130 sentimeter,” ujarnya.

Ia menambahkan, proses evakuasi juga dilakukan berdasarkan laporan masyarakat melalui media sosial. “Ada laporan warga di medsos meminta pertolongan karena terjebak banjir maka tim gabungan TNI, Polri dan BPBD turun melakukan evakuasi,” kata Agung.

Lima kecamatan yang terdampak meliputi Lebong Utara, Uram Jaya, Amen, Pinang Belapis, dan Lebong Tengah. Selain banjir, bencana juga disertai tanah longsor, termasuk di jalan penghubung Desa Lemeu dan Desa Air Kopras yang menghambat akses transportasi.

Menurut Agung, banjir terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang mengguyur wilayah tersebut sejak pukul 15.00 WIB. Kondisi ini menyebabkan sejumlah sungai, seperti Sungai Uram, Sungai Nge’ai, Sungai Talang Ulu, dan Sungai Kerenong, meluap hingga merendam permukiman warga di beberapa desa.

Ketinggian air dilaporkan berkisar antara 50 sentimeter hingga 130 sentimeter, yang berdampak pada rumah warga, jalan raya, serta fasilitas umum seperti sekolah di kawasan bantaran sungai. Meski demikian, hingga laporan terakhir tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa ini.

Secara umum, kondisi banjir di sebagian wilayah mulai berangsur surut. Sejumlah warga telah kembali ke rumah masing-masing, sementara sebagian lainnya masih mengungsi di rumah keluarga maupun fasilitas umum, termasuk sekitar 10 warga yang masih bertahan di kantor Lurah Pasar Muara Aman.

Secara historis, wilayah Kabupaten Lebong merupakan daerah yang rawan banjir saat curah hujan tinggi, terutama akibat meluapnya sungai-sungai yang melintasi kawasan permukiman. Kerusakan sistem drainase dan kondisi geografis turut memperparah dampak bencana, termasuk memicu longsor di beberapa titik.

Dari sisi dampak, banjir dan longsor ini mengganggu aktivitas masyarakat, termasuk mobilitas, kegiatan ekonomi, dan akses pendidikan. Kerusakan infrastruktur serta genangan yang masih tersisa berpotensi memperlambat pemulihan jika tidak segera ditangani secara menyeluruh.

Ke depan, pemerintah daerah bersama TNI, Polri, dan BPBD akan menggelar rapat koordinasi untuk menentukan langkah lanjutan, termasuk pendirian dapur umum dan pemenuhan kebutuhan logistik warga terdampak. Upaya percepatan pemulihan serta mitigasi bencana juga akan diperkuat guna mengurangi risiko kejadian serupa di masa mendatang.

 
 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *