Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memberikan bantuan sebanyak 1.123 ekor sapi kepada masyarakat di Kabupaten Aceh Utara dalam rangka menyambut tradisi meugang Idul Fitri 1447 Hijriah/2026.
Bantuan tersebut disalurkan kepada 852 desa (gampong) yang tersebar di 27 kecamatan, sebagai bentuk kepedulian pemerintah dalam meringankan beban masyarakat, khususnya yang terdampak bencana banjir di wilayah tersebut.
Juru Bicara Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, Muntasir Ramli, menyampaikan bahwa bantuan telah masuk ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) dengan total nilai mencapai Rp19,5 miliar.
“Total bantuan sebanyak 1.123 ekor sapi dengan harga sekitar Rp17 juta per ekor, dan rata-rata berat mencapai 296 kilogram,” ujarnya.
Distribusi Berdasarkan Kebutuhan Warga
Penyaluran bantuan dilakukan sesuai petunjuk teknis dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Setiap gampong menerima satu ekor sapi, sementara sisa 271 ekor didistribusikan ke kecamatan yang paling terdampak bencana, berdasarkan jumlah Kepala Keluarga (KK) penerima.
Bupati Aceh Utara, Ismail A Jalil, telah menyalurkan dana pembelian sapi langsung kepada kelompok masyarakat (pokmas) di masing-masing desa untuk memastikan proses distribusi berjalan efektif dan tepat sasaran.
Bentuk Kepedulian untuk Tradisi dan Pemulihan
Program bantuan ini tidak hanya mendukung pelaksanaan tradisi meugang yang menjadi bagian penting budaya masyarakat Aceh, tetapi juga menjadi langkah konkret pemerintah dalam membantu pemulihan ekonomi warga pascabencana.
Muntasir Ramli juga menyampaikan apresiasi dari pemerintah daerah kepada Presiden Prabowo atas perhatian yang diberikan kepada masyarakat Aceh Utara.
Ucapan terima kasih turut disampaikan kepada Ketua Satgas Penanganan dan Rehabilitasi Pascabencana Sumatera sekaligus Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, serta Pemerintah Aceh atas dukungan dalam penanganan dampak bencana banjir.
Perkuat Solidaritas dan Ketahanan Sosial
Dengan adanya bantuan ini, diharapkan masyarakat dapat menyambut Idul Fitri dengan lebih tenang dan penuh kebersamaan.
Selain itu, program ini juga memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat serta menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas dan kesejahteraan warga di daerah terdampak.
