Ketapang — Pemerintah daerah Kabupaten Ketapang menunjukkan respons cepat dan terkoordinasi dalam menangani kasus dugaan keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Marau, Kalimantan Barat. Hingga Jumat (6/2/2026), jumlah warga yang sempat mengalami keluhan kesehatan tercatat 340 orang, dan seluruhnya telah mendapatkan penanganan medis secara optimal.
Kepala Dinas Kesehatan Ketapang, Feria Kowira, menegaskan bahwa sejak laporan awal diterima, pemerintah langsung mengaktifkan mekanisme tanggap darurat sektor kesehatan untuk memastikan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama.
Delapan Tim Medis Dikerahkan, Layanan Kesehatan Diperkuat
Pemerintah melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang mengerahkan delapan tim medis yang terdiri dari tenaga kesehatan Puskesmas Marau, Puskesmas Jelai Hulu, Puskesmas Suka Mulia, serta dukungan langsung dari Dinkes Ketapang. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan pasien dan memastikan pelayanan tetap berjalan cepat dan merata.
Ketersediaan obat-obatan serta Bahan Medis Habis Pakai (BMHP) dipastikan dalam kondisi aman dan mencukupi. Sejumlah pasien yang kondisinya telah membaik juga sudah diperbolehkan pulang, sementara pasien lain tetap dipantau secara intensif hingga benar-benar pulih.
Kolaborasi Lintas Sektor Pastikan Penanganan Berjalan Kondusif
Penanganan kasus ini tidak hanya melibatkan sektor kesehatan, tetapi juga didukung kerja sama lintas sektor yang solid. Unsur Kecamatan Marau, aparat kepolisian, Koramil, serta pihak swasta setempat turut dilibatkan untuk membantu pengamanan, mobilisasi, dan kelancaran pelayanan medis.
Keterlibatan Tentara Nasional Indonesia dan kepolisian di wilayah setempat berperan penting dalam menjaga situasi tetap kondusif, sehingga tenaga medis dapat bekerja secara fokus dan maksimal melayani masyarakat.
Pemerintah Lakukan Evaluasi Menyeluruh Program MBG
Selain penanganan medis, pemerintah daerah juga melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG di wilayah terdampak. Langkah ini dilakukan untuk memastikan standar keamanan pangan terpenuhi serta mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari.
Program MBG sendiri merupakan kebijakan strategis nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus melakukan perbaikan tata kelola, pengawasan distribusi, serta penguatan standar higienitas makanan.
Apresiasi atas Respons Cepat Pemerintah
Pemerintah Kabupaten Ketapang menyampaikan apresiasi kepada seluruh tenaga kesehatan, aparat kewilayahan, serta elemen masyarakat yang terlibat dalam penanganan cepat dan terpadu ini. Sinergi lintas sektor dinilai menjadi kunci keberhasilan dalam mengendalikan situasi dan melindungi keselamatan warga.
