Pembangunan Papua Terakselerasi: Infrastruktur dan SDM Jadi Fokus Utama Pemerintah

Pemerintah terus mempercepat pembangunan di Papua melalui berbagai program strategis yang diarahkan pada peningkatan infrastruktur dasar dan penguatan sumber daya manusia. Berdasarkan data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), hingga akhir 2025, sepanjang 3.528 kilometer ruas Jalan Trans Papua telah fungsional dari total target 3.955 kilometer. Proyek ini membuka akses ekonomi bagi lebih dari 15 kabupaten yang sebelumnya sulit dijangkau, termasuk wilayah Pegunungan Tengah, Intan Jaya, dan Yahukimo. Selain itu, Bandara Wamena dan Bandara Nabire telah ditingkatkan kapasitasnya untuk memperlancar arus logistik dan mobilitas masyarakat lintas daerah.
 
Kementerian Komunikasi dan Informatika juga mencatat pembangunan jaringan serat optik Palapa Ring Timur telah menjangkau 51 kota dan kabupaten di Papua dan Papua Barat. Akses internet di daerah pedalaman kini meningkat hingga 65% dibandingkan tahun sebelumnya, mendorong lahirnya ekosistem pendidikan digital dan perdagangan daring. Sementara itu, di sektor energi, sebanyak 256 desa di wilayah Papua kini telah teraliri listrik melalui program “Indonesia Terang” PLN, membawa dampak langsung pada peningkatan aktivitas ekonomi skala rumah tangga dan industri kecil.
 
Dalam bidang sumber daya manusia, data dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi mencatat lebih dari 9.200 mahasiswa asal Papua telah menerima Beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) sejak 2012. Di sektor kesehatan, Kementerian Kesehatan bersama pemerintah daerah telah membangun 14 rumah sakit pratama dan 89 puskesmas dalam lima tahun terakhir. Capaian ini turut menurunkan angka kematian ibu sebesar 18% dan meningkatkan layanan kesehatan di kawasan pesisir dan pegunungan.
 
Pembangunan ekonomi lokal juga menjadi prioritas pemerintah daerah. Produk unggulan seperti Kopi Amungme, Kakao Nabire, dan hasil perikanan dari Biak terus dikembangkan melalui dukungan kelembagaan dan akses pembiayaan UMKM. Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (BP3OKP) melaporkan kontribusi ekonomi Papua terhadap PDB nasional meningkat dari 2,22% menjadi 2,48% pada 2025. Dengan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat adat, pembangunan Papua kini bergerak menuju keseimbangan yang lebih inklusif pemerataan yang bukan sekadar janji, tetapi mulai terukur dalam data dan hasil lapangan.

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *