Menhan Sjafrie dan Menhan Australia Sepakat Perkuat Kerja Sama Pertahanan, Morotai Disiapkan Jadi Pusat Latihan Militer

Menteri Pertahanan Republik Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin menerima kunjungan Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Pertahanan Australia Richard Marles di Kantor Kementerian Pertahanan RI, Jakarta, Kamis (12/3/2026). Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan strategis untuk memperkuat kerja sama pertahanan kedua negara.

Salah satu poin utama yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah percepatan implementasi Jakarta Treaty, atau traktat keamanan bersama yang sebelumnya telah ditandatangani oleh Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese pada Februari 2026.

Percepat Implementasi Jakarta Treaty

Menhan Sjafrie menjelaskan bahwa fokus utama pertemuan bilateral tersebut adalah mempercepat realisasi kerja sama pertahanan yang tertuang dalam Jakarta Treaty.

“Intinya adalah mengakselerasi Jakarta Treaty, yaitu bagaimana implementasi pertahanan kita tingkatkan. Hubungan negara dengan negara sangat tergantung pada hubungan personal antar-institusi tersebut,” ujar Sjafrie.

Traktat ini menjadi salah satu fondasi penting dalam memperkuat hubungan pertahanan antara Indonesia dan Australia, terutama dalam menghadapi dinamika keamanan kawasan Indo-Pasifik.

Morotai Disiapkan Jadi Pangkalan Latihan Militer Internasional

Dalam pertemuan tersebut, kedua negara juga membahas rencana pengembangan Morotai di Maluku Utara sebagai pangkalan militer terpadu dan pusat latihan militer bersama berskala internasional.

Pulau Morotai memiliki nilai strategis sekaligus sejarah penting karena pernah menjadi basis militer Sekutu pada masa Perang Dunia II.

Menurut Sjafrie, infrastruktur pertahanan yang sudah ada di wilayah tersebut akan diperbaiki dan dikembangkan untuk mendukung latihan militer bersama.

“Kita tidak ingin negara kita menutup diri. Kita ingin open minded dengan negara-negara lain. Morotai akan disiapkan sebagai pangkalan militer terpadu udara, laut, dan darat untuk memperkuat pertahanan di bibir Pasifik,” jelasnya.

TNI Didukung Berperan dalam Stabilitas Kawasan

Selain pembahasan strategis, Sjafrie dan Richard Marles juga menyaksikan penandatanganan teknis implementasi Jakarta Treaty oleh jajaran Direktorat Jenderal Strategi Pertahanan dari kedua negara.

Melalui kerja sama ini, Indonesia berharap TNI tidak hanya berperan sebagai tentara rakyat dan tentara pejuang, tetapi juga memiliki peran lebih luas sebagai kekuatan militer yang aktif menjaga stabilitas kawasan internasional.

Morotai Diperkuat sebagai Garda Pertahanan

Saat ini, Lanud Leo Wattimena di Morotai terus dikembangkan menjadi salah satu garda terdepan sistem pertahanan Indonesia di kawasan utara Maluku.

Pengembangan tersebut mencakup berbagai fasilitas strategis seperti:

Penguatan satuan radar

Sistem pertahanan rudal

Detasemen pertahanan udara

Pengembangan pangkalan TNI Angkatan Laut

Langkah ini menjadi bagian dari strategi Indonesia untuk memperkuat posisi pertahanan nasional di kawasan Pasifik yang semakin dinamis secara geopolitik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *