Jakarta – TNI Angkatan Laut mengerahkan KRI Selar-879 untuk melaksanakan latihan bersama dua kapal perusak milik Angkatan Laut Jepang, JNS Yamagiri dan JNS Shiranui, dalam kegiatan passing exercise (PASSEX) yang digelar di perairan Bitung, Sulawesi Utara, Selasa (3/3/2026).
Latihan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja sama maritim sekaligus meningkatkan profesionalisme prajurit kedua negara dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan di kawasan Asia Pasifik.
Kepala Dinas Penerangan Koarmada II, Kolonel Laut (P) Antonius Februar, menjelaskan bahwa kegiatan latihan bersama ini mencakup berbagai materi penting yang berkaitan dengan operasi laut.
“Para prajurit melaksanakan berbagai latihan mulai dari koordinasi komunikasi hingga manuver taktis di laut,” ujar Antonius dalam keterangan resminya, Rabu (4/3/2026).
Latihan Komunikasi hingga Navigasi Laut
Dalam latihan tersebut, awak kapal dari kedua angkatan laut melaksanakan commcheck atau pengujian jaringan komunikasi radio untuk memastikan setiap instruksi dapat tersampaikan secara akurat saat operasi bersama.
Selain itu, prajurit juga mempraktikkan pilotage, yaitu teknik navigasi kapal saat melintas di perairan sempit atau wilayah yang memiliki tingkat risiko tinggi.
Latihan lain yang dilakukan adalah penggunaan bendera isyarat (flaghoist) serta komunikasi lampu kilat (flashex). Metode komunikasi manual tersebut tetap dilatih karena dinilai penting sebagai alternatif penyampaian pesan dalam situasi tertentu ketika komunikasi elektronik tidak dapat digunakan.
Dua Kapal Destroyer Jepang Bersandar di Bitung
Sebelum mengikuti latihan di laut, dua kapal perang Jepang tersebut telah bersandar di Dermaga Samudera Bitung sejak Sabtu (28/2/2026).
Kapal pertama, JNS Yamagiri (DD-152), merupakan kapal perusak kelas Asagiri yang mulai bertugas sejak 12 Maret 1989 dan berada di bawah Divisi Kawal 11 yang bermarkas di Yokosuka, Jepang. Kapal ini memiliki panjang sekitar 137 meter dan diawaki lebih dari 200 personel.
Sementara itu, JNS Shiranui (DD-120) merupakan kapal perusak yang lebih modern dari kelas Asahi yang mulai dioperasikan pada 27 Februari 2019. Kapal ini berada di bawah Divisi Kawal 7 yang berbasis di Ominato dan dirancang dengan kemampuan khusus untuk operasi anti-kapal selam.
Latihan bersama ini diharapkan dapat mempererat hubungan kerja sama militer kedua negara sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan dalam menjaga stabilitas keamanan di kawasan maritim.
