Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Akan Jadi Armada Strategis RI, Ini Fungsi dan Perannya

JAKARTA — Kementerian Pertahanan menjelaskan bahwa kapal induk Giuseppe Garibaldi asal Italia yang akan dihibahkan kepada Indonesia akan difokuskan untuk mendukung Operasi Militer Selain Perang (OMSP), termasuk misi kemanusiaan dan penanggulangan bencana.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemenhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait mengatakan kapal tersebut memiliki helideck yang mampu menampung hingga enam helikopter atau lebih. Kapasitas itu dinilai sangat penting untuk mempercepat distribusi logistik, mobilisasi personel, serta evakuasi dalam situasi darurat.

Menurut Rico, keberadaan kapal induk akan meningkatkan efisiensi operasi bantuan karena helikopter dapat langsung beroperasi dari laut tanpa harus bolak-balik ke pangkalan udara di darat yang jaraknya jauh dari lokasi bencana. Selain itu, kapal ini juga bisa menjadi titik dukungan logistik laut, termasuk pengisian bahan bakar bagi kapal lain di sekitarnya.

Ia menegaskan bahwa rencana kepemilikan kapal induk tersebut tidak memiliki tujuan agresif atau invasi militer. Pemerintah menekankan fungsi utamanya sebagai alat pendukung pertahanan non-ofensif, khususnya untuk respons cepat dalam krisis dan situasi darurat.

Sementara itu, Asisten Operasi Kepala Staf TNI AL Laksamana Muda Yayan Sofiyan menyebut TNI AL perlu menyiapkan sekitar 500 pelaut untuk mengawaki kapal induk tersebut. Jumlah itu bahkan bisa bertambah karena belum termasuk kru non-inti seperti teknisi dan personel penerbangan.

Selain sumber daya manusia, TNI AL juga harus mempersiapkan infrastruktur pendukung seperti dermaga khusus, fasilitas teknis, serta logistik operasional jangka panjang. Meski kapal diperoleh melalui hibah dari Pemerintah Italia, Indonesia tetap menyiapkan anggaran untuk proses retrofit atau penyesuaian sistem agar sesuai dengan kebutuhan operasional nasional.

Kemenhan menargetkan kapal induk Giuseppe Garibaldi tiba di Indonesia sebelum peringatan HUT TNI pada 5 Oktober 2026. Saat ini proses negosiasi teknis masih berlangsung dengan galangan kapal Italia, Fincantieri, sebagai produsen kapal tersebut.

Kesimpulan:

Jika terealisasi sesuai rencana, Giuseppe Garibaldi akan menjadi kapal induk pertama Indonesia sekaligus memperkuat kemampuan respons cepat TNI dalam operasi kemanusiaan, bantuan bencana, dan dukungan logistik maritim skala besar.

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *