Di Tengah Krisis Global, Program Makan Bergizi Gratis Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi Akar Rumput

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dinilai tidak hanya berdampak pada peningkatan gizi masyarakat, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi di tingkat akar rumput. Program ini bahkan disebut mampu membantu menjaga pertumbuhan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa MBG merupakan salah satu strategi pemerintah untuk memperkuat ekonomi masyarakat kecil sekaligus berinvestasi pada kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia.

“Program ini menjadi stimulus pertumbuhan ekonomi di tingkat akar rumput,” ujar Prabowo dalam wawancara eksklusif dengan Bloomberg.

Dorong Daya Beli dan Perkuat UMKM

Melalui program MBG, pemerintah tidak hanya menyalurkan makanan bergizi kepada masyarakat, tetapi juga melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam rantai pasok makanan.

Hal ini membuka peluang usaha bagi petani, peternak, pedagang bahan pangan, hingga pelaku usaha katering lokal di berbagai daerah.

Dengan meningkatnya aktivitas ekonomi di tingkat lokal, program ini diharapkan mampu meningkatkan daya beli masyarakat sekaligus menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.

Target 80 Juta Penerima Manfaat

Pemerintah menargetkan program MBG dapat menjangkau lebih dari 80 juta penerima manfaat pada tahun 2026. Penerima manfaat tersebut mencakup:

Anak-anak sekolah

Balita

Ibu hamil

Ibu menyusui

Program ini dirancang untuk menyediakan makanan bergizi bagi puluhan juta masyarakat hampir setiap hari.

Dalam struktur anggaran negara, MBG juga menjadi salah satu program prioritas pemerintah dengan alokasi sekitar 11 persen dari anggaran pemerintah pusat.

Bagian dari Strategi Ketahanan Ekonomi

Di tengah tekanan ekonomi global, pemerintah memandang program MBG sebagai bagian dari strategi besar untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Selain MBG, pemerintah juga terus mendorong berbagai program pemberdayaan masyarakat seperti pembangunan rumah subsidi, penguatan koperasi desa, serta dukungan bagi sektor UMKM.

Melalui kebijakan tersebut, pemerintah berharap ekonomi Indonesia tetap kuat dan mampu bertahan dari berbagai tantangan global, sekaligus menciptakan kesejahteraan yang lebih merata bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *