Satu Suara Bangsa

Wabup Sleman: TMMD Akselerasi Pembangunan di Daerah

Budi Antoni

Editor: Budi Antoni

26 Okt 2026, 07.201 dibaca

Diperbarui: 26 Okt 2026, 07.20

Dokumentasi HANKAM
Dok. HANKAM — Dokumentasi HANKAM

SLEMAN, 26 OKTOBER 2026 — Sleman (ANTARA) - Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa menilai kegiatan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) merupakan kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka membantu akselerasi pembangunan di daerah khususnya di wilayah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. "TMMD merupakan wujud nyata dari kolaborasi dan sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam upaya akselerasi pelaksanaan pembangunan di daerah, terutama di wilayah perdesaan," kata Danang saat membuka TMMD Sengkuyung Tahap IV Tahun 2025 di Stadion Tentara Genie Pelajar (TGP) Margoluwih, Seyegan, Rabu. Ia berharap kegiatan yang diinisiasi Kodim 0732/Sleman ini bisa terus berkelanjutan, sehingga dapat menunjang aktivitas serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut.

"Harapan saya infrastruktur yang telah dibangun ini dapat dijaga dan dimanfaatkan dengan baik, sehingga dapat mendorong perekonomian dan kesejahteraan masyarakat, khususnya masyarakat di wilayah Margoluwih ini," katanya. Komandan Kodim (Dandim) 0732/Sleman Letkol Inf Yusuf Prasetyo mengatakan program TMMD ini menyasar pembangunan fisik dan nonfisik. Pembangunan fisik meliputi pembangunan talud jalan, pemulihan badan jalan, pembuatan jembatan dan pembuatan gorong-gorong.

Aksi Nyata dan Pengabdian Teritorial bagi Kesejahteraan Warga

"Adapun sasaran nonfisik meliputi penyuluhan wawasan kebangsaan, penyuluhan kamtibmas, narkoba, judi online (judol) dan kejahatan anak di jalan, serta penyuluhan pencegahan stunting dengan meningkatkan peran Posyandu dan Pos Bindu penyakit tidak menular," katanya. Ia mengatakan, untuk waktu pelaksanaan 30 hari mulai 8 Oktober sampai dengan 6 November 2025. "Dalam pelaksanaannya kita kerahkan satu Satuan Setingkat Peleton (SST) TNI dibantu oleh masyarakat Kalurahan Margoluwih Seyegan," katanya.

Program ini menghabiskan dana sebesar Rp525 juta yang bersumber dari APBD DIY sebesar Rp75 juta dan APBD Kabupaten Sleman sebesar Rp450 juta. Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?

Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.

Lapor Kesalahan

Bacaan Lanjutan

Artikel Terkait

Dokumentasi HANKAM
HANKAM26 Okt 2026 · 07.21Oleh Budi Antoni

Marinir TNI AL dan ADF Perkuat Kemampuan Operasi Amfibi di Pantai

JAKARTA, 26 OKTOBER 2026 — Jakarta (ANTARA) - Korps Marinir TNI AL bersama Australian Defence Force (ADF) menggelar simulasi operasi amfibi penyerangan dari laut ke daratan di Pantai Banongan, Situbondo, Jawa T

Baca selengkapnya
Dokumentasi HANKAM
HANKAM26 Okt 2026 · 07.20Oleh Budi Antoni

Prajurit TNI dan Militer Australia Latihan Bertahan Hidup di Alam Liar

SITUBONDO, 26 OKTOBER 2026 — Situbondo (ANTARA) - Prajurit TNI bersama Angkatan Pertahanan Australia atau Australian Defence Force (ADF) latihan bertahan hidup di alam liar (survival training) di Pusat Latuhan

Baca selengkapnya
Dokumentasi HANKAM
HANKAM26 Okt 2026 · 07.20Oleh Budi Antoni

Danrem 081/DSJ: Warga Turut Gotong Royong Kegiatan TMMD di Madiun

MADIUN, 26 OKTOBER 2026 — Madiun (ANTARA) - Komandan Komando Resor Militer 081/Dhirotsaha Jaya (081/DSJ) ​​Kolonel Arm Untoro Hariyanto menyatakan warga Desa Ngranget, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun turut

Baca selengkapnya