Satu Suara Bangsa

TNI Kerahkan Tiga Pesawat Cassa-212 untuk Operasi Modifikasi Cuaca Karhutla di Kalimantan

Budi Antoni

Editor: Budi Antoni

23 Agu 2026, 19.571 dibaca

Diperbarui: 23 Agu 2026, 19.57

Dokumentasi HANKAM
Dok. HANKAM Dokumentasi HANKAM

JAKARTA, 23 AGUSTUS 2026 — Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengerahkan tiga unit pesawat Cassa-212 milik TNI Angkatan Udara guna memperkuat Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) terpadu di wilayah Kalimantan, Jumat (21/8/2026). Langkah strategis lintas sektoral ini diambil untuk mempercepat mitigasi dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berpotensi memicu bencana kabut asap.

Pengerahan armada udara militer tersebut difokuskan untuk melakukan penyemaian awan hujan buatan pada titik-titik rawan kebakaran hutan. Operasi ini bertujuan menurunkan intensitas titik panas serta mencegah perluasan kebakaran di area perkebunan dan lahan gambut.

Sebaran Armada dan Titik Operasi Strategis

Berdasarkan data teknis operasi, satu unit pesawat Cassa-212 bernomor registrasi A-2105 yang diawaki 11 personel disiagakan di Pangkalan Udara (Lanud) Dhomber, Balikpapan. Pesawat ini mengemban misi khusus mendukung pelaksanaan modifikasi cuaca di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan sekitarnya. Kehadiran armada di Lanud Dhomber memastikan stabilitas kualitas udara dan perlindungan infrastruktur vital di wilayah pusat pemerintahan baru.

Sementara itu, dua unit pesawat lainnya disiagakan untuk mencakup wilayah provinsi tetangga. Pesawat Cassa-212 bernomor A-2117 dengan 10 personel dikerahkan untuk menyisir langit Kalimantan Timur, sedangkan tipe Cassa-212 A-2103 dengan 10 personel mengawal wilayah rawan di Kalimantan Selatan.

Sinergi Terpadu dan Perlindungan Masyarakat

Pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca ini merupakan wujud kolaborasi terpadu antara TNI, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Kerja sama ini menggabungkan analisis radar cuaca presisi BMKG, koordinasi logistik penanggulangan bencana BNPB, serta kesiapan armada udara TNI.

Pemerintah berharap intensitas hujan yang dihasilkan dari teknologi modifikasi cuaca ini mampu membasahi lahan gambut kering secara merata dan memadamkan titik api di medan terisolasi. Upaya berkesinambungan ini diharapkan dapat melindungi kesehatan masyarakat dari ancaman polusi asap dan menjaga kelestarian ekosistem hutan Kalimantan.

Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?

Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.

Lapor Kesalahan

Bacaan Lanjutan

Artikel Terkait