Satu Suara Bangsa

TNI AL Hentikan Sementara Latihan Menembak di Pasuruan, Dialog dengan Warga Difasilitasi Pemkab

Budi Antoni

Editor: Budi Antoni

24 Jul 2026, 16.318 dibaca

Diperbarui: 24 Jul 2026, 18.21

TNI AL Hentikan Sementara Latihan Menembak di Pasuruan, Dialog dengan Warga Difasilitasi Pemkab
Dokumentasi Satu Suara Bangsa — TNI AL Hentikan Sementara Latihan Menembak di Pasuruan, Dialog dengan Warga Difasilitasi Pemkab
PASURUAN – Aksi penyampaian aspirasi warga Desa Alastlogo, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, berakhir setelah TNI Angkatan Laut (TNI AL) memutuskan menghentikan sementara kegiatan latihan teknis menembak di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Marinir Lekok dan Grati. Pemerintah Kabupaten Pasuruan juga menyatakan siap memfasilitasi dialog antara perwakilan warga dan jajaran TNI AL guna mencari solusi atas aspirasi masyarakat terkait dugaan peluru nyasar.

Keputusan tersebut disampaikan usai pertemuan antara perwakilan pemerintah daerah, TNI AL, dan masyarakat pada Kamis (23/7/2026). Pemerintah Kabupaten Pasuruan menegaskan komitmennya untuk membuka ruang komunikasi agar persoalan dapat diselesaikan melalui musyawarah.

"Pak Bupati bersedia memfasilitasi pertemuan antara para tokoh masyarakat Alastlogo dengan pihak TNI Angkatan Laut," ujar perwakilan Pemerintah Kabupaten Pasuruan.

Pemerintah daerah menilai seluruh pihak memiliki tujuan yang sama, yakni menjaga keselamatan masyarakat sekaligus mencari solusi terbaik terhadap pelaksanaan kegiatan latihan militer di wilayah tersebut.

"Intinya semua ingin masalah ini selesai, masyarakat tetap dilindungi. Kami berharap setelah ini bisa ditentukan jadwal untuk berdialog bersama mencari solusi terbaik bagi masyarakat Alastlogo," tambahnya.

Sementara itu, perwakilan TNI AL, Letkol Marinir Arif Nugroho, menjelaskan bahwa penghentian sementara yang dilakukan saat ini berlaku untuk kegiatan latihan teknis menembak. Adapun aspirasi masyarakat mengenai penghentian seluruh aktivitas latihan akan diteruskan kepada pimpinan untuk mendapatkan pertimbangan lebih lanjut.

"Kami di sini adalah unsur pelaksana. Kami bukan membuat keputusan, hanya melaksanakan perintah. Untuk permintaan lainnya kami akan laporkan ke pimpinan," kata Arif.

Dalam kesempatan yang sama, Arif juga membantah adanya intimidasi terhadap perangkat Desa Alastlogo sebagaimana yang sempat menjadi perhatian masyarakat.

"Bahwa terkait ancaman akan ada Alastlogo jilid kedua tidak akan terjadi," tegasnya.

Setelah memperoleh penjelasan mengenai penghentian sementara latihan menembak serta rencana pelaksanaan dialog, warga kemudian mengakhiri aksi penyampaian aspirasi dan kembali membuka jalur Pantura Pasuruan–Probolinggo yang sebelumnya sempat ditutup.

Langkah penghentian sementara latihan dan fasilitasi dialog menunjukkan upaya penyelesaian persoalan melalui komunikasi yang konstruktif antara pemerintah daerah, TNI AL, dan masyarakat. Melalui pendekatan tersebut, diharapkan dapat tercapai solusi yang mampu menjamin keselamatan warga sekaligus mendukung penyelenggaraan kegiatan pertahanan negara secara aman, terukur, dan memperhatikan kepentingan masyarakat di sekitar wilayah latihan.

Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?

Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.

Lapor Kesalahan

Bacaan Lanjutan

Artikel Terkait