TNI AL Gagalkan Penyelundupan 1,6 Ton Pasir Timah Ilegal ke Malaysia di Perairan Lingga
Budi Antoni
Editor: Budi Antoni
Diperbarui: 5 Agu 2026, 09.43

Operasi Ungkap Modus Penyimpanan di Keramba Apung
Keberhasilan pengungkapan tersebut disampaikan langsung oleh Komandan Kodaeral IV Laksamana Muda TNI Berkat Widjanarko bersama Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Kejaksaan Negeri Lingga, Denny.
Dalam operasi tersebut, petugas menemukan para pelaku memanfaatkan keramba apung di perairan Pekajang Besar, Kabupaten Lingga, sebagai lokasi penyimpanan sementara pasir timah ilegal sebelum diduga diselundupkan ke luar negeri. Modus tersebut digunakan untuk menghindari pengawasan aparat di jalur pelayaran antarpulau.
Barang Bukti dan Pelaku Diamankan
Petugas berhasil mengamankan 1,6 ton pasir timah ilegal, satu pucuk senapan, satu pucuk airsoft gun, serta menangkap seorang pria yang diduga terlibat dalam jaringan penyelundupan.
Seluruh barang bukti beserta terduga pelaku telah diserahkan kepada penyidik untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Aparat juga melakukan pendalaman guna mengungkap aktor lain yang diduga terlibat dalam jaringan penyelundupan tersebut.
Sinergi Penegakan Hukum di Wilayah Perbatasan
Keberhasilan operasi ini merupakan hasil sinergi antara TNI AL dan aparat penegak hukum dalam memperkuat pengawasan wilayah perairan, khususnya di Kepulauan Riau yang memiliki posisi strategis sebagai jalur pelayaran internasional dan kawasan perbatasan.
Pengawasan yang diperketat diharapkan mampu mencegah penyelundupan sumber daya alam serta berbagai bentuk kejahatan maritim yang berpotensi merugikan negara.
Dampak bagi Masyarakat
Penggagalan penyelundupan pasir timah ilegal diharapkan dapat melindungi sumber daya mineral strategis nasional, mencegah potensi kerugian negara, serta menjaga tata kelola perdagangan mineral agar berlangsung sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Penindakan tersebut juga memperkuat keamanan wilayah perairan dan mendukung iklim usaha pertambangan yang legal dan berkelanjutan.
Tindak Lanjut Pemerintah
TNI AL bersama aparat penegak hukum akan terus memperkuat patroli dan pengawasan di wilayah perairan Kepulauan Riau, khususnya pada jalur-jalur yang rawan dimanfaatkan sebagai lokasi penyelundupan. Pendalaman terhadap jaringan pelaku juga akan terus dilakukan guna mengungkap aktor intelektual, jalur distribusi, serta memutus mata rantai perdagangan mineral ilegal yang merugikan negara.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Marinir TNI AL dan ADF Perkuat Kemampuan Operasi Amfibi di Pantai
JAKARTA, 26 OKTOBER 2026 — Jakarta (ANTARA) - Korps Marinir TNI AL bersama Australian Defence Force (ADF) menggelar simulasi operasi amfibi penyerangan dari laut ke daratan di Pantai Banongan, Situbondo, Jawa T

Prajurit TNI dan Militer Australia Latihan Bertahan Hidup di Alam Liar
SITUBONDO, 26 OKTOBER 2026 — Situbondo (ANTARA) - Prajurit TNI bersama Angkatan Pertahanan Australia atau Australian Defence Force (ADF) latihan bertahan hidup di alam liar (survival training) di Pusat Latuhan

Danrem 081/DSJ: Warga Turut Gotong Royong Kegiatan TMMD di Madiun
MADIUN, 26 OKTOBER 2026 — Madiun (ANTARA) - Komandan Komando Resor Militer 081/Dhirotsaha Jaya (081/DSJ) Kolonel Arm Untoro Hariyanto menyatakan warga Desa Ngranget, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun turut
