Satu Suara Bangsa

TNI AL Gagalkan Penyelundupan 1,6 Ton Pasir Timah Ilegal ke Malaysia di Perairan Lingga

Budi Antoni

Editor: Budi Antoni

4 Agu 2026, 20.13

Diperbarui: 4 Agu 2026, 20.13

TNI AL Gagalkan Penyelundupan 1,6 Ton Pasir Timah Ilegal ke Malaysia di Perairan Lingga
Dokumentasi Satu Suara Bangsa — TNI AL Gagalkan Penyelundupan 1,6 Ton Pasir Timah Ilegal ke Malaysia di Perairan Lingga
Lingga – Personel TNI Angkatan Laut (TNI AL) dari Pangkalan TNI AL (Lanal) Dabo Singkep, Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) IV, berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 1,6 ton pasir timah ilegal yang diduga akan dikirim ke Malaysia melalui perairan Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau. Dalam operasi yang diumumkan di Markas Komando Lanal Dabo Singkep, Senin (3/8/2026), petugas mengamankan barang bukti berupa pasir timah, senjata api, airsoft gun, serta menangkap seorang terduga pelaku untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.


Operasi Ungkap Modus Penyimpanan di Keramba Apung

Keberhasilan pengungkapan tersebut disampaikan langsung oleh Komandan Kodaeral IV Laksamana Muda TNI Berkat Widjanarko bersama Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Kejaksaan Negeri Lingga, Denny.

Dalam operasi tersebut, petugas menemukan para pelaku memanfaatkan keramba apung di perairan Pekajang Besar, Kabupaten Lingga, sebagai lokasi penyimpanan sementara pasir timah ilegal sebelum diduga diselundupkan ke luar negeri. Modus tersebut digunakan untuk menghindari pengawasan aparat di jalur pelayaran antarpulau.

Barang Bukti dan Pelaku Diamankan

Petugas berhasil mengamankan 1,6 ton pasir timah ilegal, satu pucuk senapan, satu pucuk airsoft gun, serta menangkap seorang pria yang diduga terlibat dalam jaringan penyelundupan.

Seluruh barang bukti beserta terduga pelaku telah diserahkan kepada penyidik untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Aparat juga melakukan pendalaman guna mengungkap aktor lain yang diduga terlibat dalam jaringan penyelundupan tersebut.

Sinergi Penegakan Hukum di Wilayah Perbatasan

Keberhasilan operasi ini merupakan hasil sinergi antara TNI AL dan aparat penegak hukum dalam memperkuat pengawasan wilayah perairan, khususnya di Kepulauan Riau yang memiliki posisi strategis sebagai jalur pelayaran internasional dan kawasan perbatasan.

Pengawasan yang diperketat diharapkan mampu mencegah penyelundupan sumber daya alam serta berbagai bentuk kejahatan maritim yang berpotensi merugikan negara.

Dampak bagi Masyarakat

Penggagalan penyelundupan pasir timah ilegal diharapkan dapat melindungi sumber daya mineral strategis nasional, mencegah potensi kerugian negara, serta menjaga tata kelola perdagangan mineral agar berlangsung sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Penindakan tersebut juga memperkuat keamanan wilayah perairan dan mendukung iklim usaha pertambangan yang legal dan berkelanjutan.

Tindak Lanjut Pemerintah

TNI AL bersama aparat penegak hukum akan terus memperkuat patroli dan pengawasan di wilayah perairan Kepulauan Riau, khususnya pada jalur-jalur yang rawan dimanfaatkan sebagai lokasi penyelundupan. Pendalaman terhadap jaringan pelaku juga akan terus dilakukan guna mengungkap aktor intelektual, jalur distribusi, serta memutus mata rantai perdagangan mineral ilegal yang merugikan negara.

Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?

Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.

Lapor Kesalahan

Bacaan Lanjutan

Artikel Terkait