Satu Suara Bangsa

TNI AL dan Angkatan Laut China Tuntaskan Latihan Perdana Bersama Perdamaian di Perairan Internasional

Budi Antoni

Editor: Budi Antoni

26 Agu 2026, 17.221 dibaca

Diperbarui: 26 Agu 2026, 17.22

Dokumentasi HANKAM
Dok. HANKAM Dokumentasi HANKAM

JAKARTA, 26 AGUSTUS 2026 — Kapal perang TNI Angkatan Laut KRI Frans Kaisiepo-368 bersama armada kapal perusak Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA Navy) sukses menuntaskan rangkaian latihan bersama bersandi 'Peace and Friendship 2026' di koridor perairan internasional laut terbuka. Latihan taktis ini difokuskan pada simulasi operasi pencarian dan pertolongan (SAR), penanganan bajak laut, dan komunikasi sandi morse laut.

Kepala Dinas Penerangan TNI AL menegaskan bahwa latihan bersama tersebut dilaksanakan sepenuhnya di perairan bebas internasional dengan mematuhi prinsip hukum laut internasional Konvensi PBB tentang Hukum Laut (UNCLOS 1982). Latihan ini merupakan wujud diplomasi pertahanan maritim Indonesia yang bebas aktif dan bersahabat dengan seluruh negara.

Simulasi Penyelamatan Kapal Dagang Terdampar

Dalam skenario latihan, helikopter Panther milik TNI AL lepas landas dari geladak KRI Frans Kaisiepo untuk melaksanakan dropping tim medis ke kapal dagang yang disimulasikan mengalami kerusakan kemudi di laut lepas. Kerja sama tim penyelamat gabungan berhasil mengevakuasi korban dalam waktu singkat.

Kedua angkatan laut juga mempraktikkan prosedur manuver kapal jarak dekat (passing exercise) dan pertukaran perwira pengamat laut (liason officer). Latihan berlangsung aman, profesional, dan mencerminkan saling pengertian yang tinggi.

Memperkokoh Peran Diplomasi Perdamaian Kawasan

Keikutsertaan TNI AL dalam berbagai forum latihan multilateral menegaskan posisi strategis Indonesia sebagai jembatan perdamaian dan stabilitas keamanan maritim di kawasan Indo-Pasifik. Indonesia terus mengedepankan kerja sama konstruktif guna menjaga laut tetap aman dan terbuka bagi pelayaran dunia.

TNI AL berkomitmen melanjutkan kerja sama latihan maritim dengan berbagai negara sahabat demi memperkuat kapasitas pertahanan laut nasional.

Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?

Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.

Lapor Kesalahan

Bacaan Lanjutan

Artikel Terkait